Indonesia Catat Surplus Perdagangan US$1,22 miliar

Fathia Nurul Haq
17/10/2016 15:30
Indonesia Catat Surplus Perdagangan US$1,22 miliar
(ANTARA/ROSA PANGGABEAN)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan September 2016 surplus sebesar US$1,22 miliar. Surplus itu diklaim sebagai yang paling tinggi dalam 13 bulan terakhir.

Kendati surplus, baik ekspor maupun impor masih tumbuh negatif jika dibandingkan dengan bulan lalu (month-to-month) maupun tahun lalu (year-on-year).

"Ekspor September sebesar US$12,5 miliar, jika dibandingkan Agustus turun 1,84%. Kalau dibandingkan September 2015 ekspor turun 0,59%," papar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers bulanan di kantor BPS, Senin (17/10).

Penurunan nilai dan volume juga terjadi pada sisi impor yang tercatat sebesar US$11,3 miliar atau turun 9,77% dari posisi Agustus. Penurunan terbesar terjadi pada impor bahan baku penolong sebesar US$8 miliar jika dibandingkan bulan lalu menjadi USD 73,57 miliar.

"Padahal peran bahan baku penolong 74,55% dari total nilai impor. Kalau barang modal perannya 16,27%, sedangkan barang konsumsi 9,18%," imbuh Suhariyanto.

Penurunan juga terjadi pada impor barang modal di akhir kuartal III meskipun sebelumnya diprediksi bakal berpeluang naik di paruh kedua 2016 ini. "Impor barang modal turun 12,86%, dari US$18,39 miliar bulan lalu menjadi US$16,06 miliar." jelas Suhariyanto lagi.

Sebaliknya, impor barang konsumsi meningkat 12,8% dari bulan lalu. Pada September impor barang konsumsi sebesar US$2,3 miliar.

"Dengan demikian secara agregat sepanjang tahun (Januari-Agustus) 2016 jika dibandingkan tahun lalu nilai impor turun US$9,29 miliar atau 08,61%," simpulnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya