Menghubungkan Transportasi di Perbatasan ASEAN

Pol/Ant/E-2
15/10/2016 06:53
Menghubungkan Transportasi di Perbatasan ASEAN
(ANTARA/Abriawan Abhe)

WAKIL Presiden Jusuf Kalla mendorong negara-negara anggota Kawasan Pertumbuhan ASEAN Timur, Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Filipina (BIMP-EAGA), untuk membantu merealisasikan transportasi yang menghubungkan masyarakat di wilayah perbatasan.

"Dulu ada pesawat dari Medan ke Mindanao (Filipina). Dari Balikpapan ke Tawao (Filipina), Medan dan Malaka (Malaysia). Ini yang perlu kita perbaiki," ujarnya saat memberikan sambutan pada Konferensi Ke-3 BIMP-EAGA di Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin.

Kalla menjadi saksi sejarah pembentukan organisasi tersebut pada 1994, yang berawal dari pertemuan-pertemuan di Makassar, lalu bergeser ke barat dari Sumatra ke Malaysia dan Thailand untuk mengomunikasikan arah dan tujuan pembangunan ekonomi lintas batas.

"Indonesia Timur perlu hubungan lebih dekat dengan negara-negara sekitar. Chamber commerce (Kadin) dari Mindanao dan Sabah bertemu di Makassar untuk membicarakan pembangunan ekonomi di timur," ujar Kalla yang berpengalaman mengurusi Kadin di wilayah Indonesia Timur pada 1987-1988 itu.

Dalam implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), lanjut dia, hubungan kerja sama subregional BIMP-EAGA harus lebih bagus dan lancar.

"Sebelumnya, hubungan ekonomi antarnegara di subregional ilegal seperti penyelundupan barang dari Indonesia ke Mindanao atau Sabah. Lalu ada BIMP-EAGA jadi legal. Sekarang dengan adanya MEA tidak ada lagi aturan-aturan itu karena pertukaran barang jadi bebas," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga membuka konferensi, pertemuan bisnis, dan pameran perdagangan dalam kerangka Penguatan Segitiga Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT).

"IMT-GT sebagai wilayah pertumbuhan ekonomi tentu menginginkan hubungan wilayah yang berdekatan. Waktu ada masalah di Aceh bisa dapat senjata dari Thailand dan Malaysia. Hubungan itu harus diubah jadi kemakmuran, bukan hubungan ekonomi ilegal dan sekuriti harus baik," katanya.

Setelah memberikan sambutan, Kalla membuka acara tersebut dengan memukul gendang khas masyarakat Bugis, tunrung pakanjara.

Turut hadir dalam acara itu Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, serta dua menteri negara sahabat yang duduk di kepengurusan BIMP-EAGA, Dato Abdul Rahman Dahlan (Malaysia) dan Datu Abdul Khayr Alonto (Filipina).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya