Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MASA kejayaan minyak bumi yang menggerakkan ekonomi negara-negara kaya di Timur Tengah telah memasuki senja kala.
Anjloknya harga, penurunan cadangan, dan peralihan sumber energi global ke energi alternatif serta terbarukan menjadi ancaman bagi pundi-pundi kerajaan yang kaya akan migas seperti Arab Saudi.
Walakin, upaya menjaga roda perekonomian negara dinasti Ibnu Saud itu pun ditempuh dengan berbagai cara, mulai menggalakkan pariwisata hingga membuka diri terhadap perkembangan bisnis baru di sektor digital.
Bersama sebuah firma telekomunikasi asal Jepang, Softbank (SFTBF), pemerintah Arab Saudi menghimpun investasi hingga US$100 miliar (Rp1.300 triliun).
"Itu akan menjadi dana investasi terbesar di sektor teknologi hingga beberapa dekade ke depan," kata CEO of Softbank Masayoshi Son sebagaimana dikutip CNNmoney.com, kemarin.
Langkah itu diyakini menguntungkan keduanya.
Arab Saudi tengah mencari cara menghilangkan ketergantungan ekonomi terhadap minyak di tengah hancurnya harga minyak dunia.
Sementara itu, Softbank berambisi menjadi pemimpin teknologi global di tengah stagnasi pertumbuhan ekonomi di Jepang.
"Sebagai langkah awal, Saudi akan menempatkan US$45 miliar (Rp585 triliun). Softbank setidaknya US$25 miliar (Rp325 triliun). Beberapa investor besar global juga bakal bergabung."
Deputi Putra Mahkota Saudi Arabia Mohammed bin Salman memimpin upaya negara tempat kiblat umat Islam itu untuk mendiversifikasi ekonomi.
"Kinerja investasi yang kuat ialah kunci dalam investasi teknologi baru," ucapnya.
Bukan kali ini saja Arab saudi berinvestasi di sektor bisnis layanan daring.
Sebelumnya, Arab Saudi menyuntikkan US$3,5 miliar (Rp45,5 triliun) untuk perusahaan transportasi berbasis aplikasi Uber pada Juni 2016.
Sementara itu, Softbank mengucurkan dana US$32 miliar (Rp416 triliun) untuk desainer cip asal Inggris, ARM Holding, pada Juli 2016.
Sejatinya, langkah Softbank itu tidak didukung para pemegang saham pascakerugian pembelian perusahaan wireless sprint pada 2012.
Meski begitu, portofolio investasi mereka yang tergolong cerdas saat mengakuisisi perusahaan e-commerce raksasa Alibaba diapresiasi investor.
Pun kemitraan dengan Arab Saudi itu mendorong saham Softbank naik hingga 3,3%
Mereka juga tidak terpengaruh oleh peringatan dari gelembung valuasi start-up besar perusahaan teknologi asal Amerika Serikat serta anjloknya start-up India baru-baru ini.
"Kami akan lebih mempercepat revolusi informasi lewat berkontribusi di dalamnya," terang Son.
Di awal 2016, Arab Saudi mengumumkan rencana ambisius, yaitu investasi hingga 7 triliun real Saudi atau setara US$1,9 triliun hingga 2030.
Itu menjadi data investasi terbesar di dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved