Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KALANGAN parlemen meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang baru, Ignasius Jonan, dan wakilnya Arcandra Tahar segera belajar sektor energi. DPR menilai keduanya belum mengenal sektor enegi secara keseluruhan, terlebih Jonan yang tidak punya latar belakang perenergian.
Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi NasDem Kurtubi berharap Jonan-Arcandra segera memahami kondisi nyata yang dihadapi di sektor energi. Di tengah harga komoditas yang tengah anjlok, kata dia, banyak kebijakan terobosan yang harus segera dibuat agar iklim investasi di bidang energi tetap bergairah.
"Mudah-mudahan pasangan ini secepatnya memahami kondisi nyata di energi. Apalagi Jonan pengalamannya enggak nyambung dengan ESDM. Arcandra yang diagung-agungkan juga hanya ahli di offshore. Itu hanya keilmuan kecil di energi," tutur Kurtubi, Jumat (14/10).
Dia berpendapat dalam 100 hari kerja pertama, prioritas Jonan-Arcanda harus segera membenahi tata kelola gas. Harga gas untuk industri sudah terlalu mahal karena panjangnya perusahaan trader di dalamnya.
"Jonan kan tegas. Bubarkan segera perusahaan-perusahaan trader. Tiap produk yang dibeli lewat pihak ketiga pasti lebih mahal. Jadi, tunjukan tata kelola gas dalam negeri harus dibenarkan," tegas Kurtubi.
Senada, Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Golkar Satya Widya Yudha menilai Jonan-Arcandra harus segera menyelesaikan harga gas untuk industri yang tengah jadi sorotan. Percepatan proyek listrik 35 ribu megawatt (mw) dan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) juga harus menjadi fokus kerja Menteri dan Wamen ESDM yang baru.
"Dia harus cepat menyesuaikan diri dan bisa bekerja secara efektif mengingat reshuffle ini sudah di tengah jalan dan kementerian sudah memiliki agenda-agenda penting," tukas Satya.
Sementara pengamat dari Reforminer Institute Pri Agung Rakhmanto tidak berharap banyak pada kedua pejabat baru tersebut. Pasalnya, Jonan-Arcandra terbilang masih harus belajar dengan isu-isu energi saat ini.
"Padahal, ini menteri ketiga. Semestinya, menteri ketiga adalah pihak yang sudah paham betul masalah di sektor energi. Bukan yang masih mau tahu karena kalau gitu, hanya akan bergantung pada isu yang ada di sekelilingnya. Benar atau tidaknya, enggak tahu dia," cetusnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved