Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSORSIUM PT Pertamina (persero) bersama Marubeni Corporation dan Sojitz Corporation terpilih sebagai peringkat pertama dalam lelang proyek pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) Jawa I milik PT PLN (persero).
Rangking wahid itu berdasarkan hasil evaluasi harga serta aspek efisiensi oleh PLN untuk proyek pembangkit berkapasitas 2 x 800 megawatt (Mw) tersebut.
"Kami siap mengikuti langkah selanjutnya dari tender itu. Kami akan berupaya maksimal untuk mengikuti proses tender selanjutnya dan memenuhi semua persyaratan sebagai bagian komitmen mendukung PLN untuk menyukseskan program kelistrikan 35 ribu Mw," kata Vice President of Corporate Communications PT Pertamina Wianda Pusponegoro kepada Media Indonesia, kemarin.
Untuk proyek itu, selain menggandeng pengembang listrik swasta (IPP), konsorsium Pertamina didukung penyedia mesin pembangkit dengan teknologi yang efisien dan tepercaya, yakni General Electric, serta pelaksana rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC) Samsung C&T.
Sebelumnya, Senior Manager Public Relations of PLN Agung Murdifi menyatakan, dari semua aspek yang telah ditentukan PLN, konsorsium Pertamina-Marubeni Corporation-Sojitz Corporation diputuskan sebagai peringkat pertama peserta tender.
"Konsorsium pemenang pastinya sudah sesuai dengan ketentuan serta merupakan pengembang yang benar, kompeten, dan memiliki kemampuan keuangan yang baik," tegasnya.
Menurutnya, tim evaluasi dari PLN menganalisis lebih mendalam semua penawaran mengingat risiko kegagalan proyek akan tinggi apabila peserta tidak mengikuti syarat pengadaan, khususnya pada peserta yang mengusulkan harga paling rendah.
Peringkat pertama peserta pelelangan berkewajiban dalam 45 hari sejak penunjukan akan menandatangani perjanjian jual beli ketenagalistrikan. Hal itu bertujuan untuk memastikan jadwal commercial operation date proyek US$2 miliar (Rp26 triliun) tersebut dapat terealisasi pada 2019.(Jaz/Tes/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved