Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) menilai perempuan usahawan masih awam dalam memanfaatkan teknologi informasi (TI) untuk kegiatan bisnis mereka. Dari sekitar 35 ribu anggota Iwapi, baru 10%-15% yang sudah masuk ke era digitalisasi dalam menjalankan bisnis.
"Kalau mau memperluas pasar, apalagi bersaing secara global, manfaatkanlah TI. Sekarang pemasaran produk sudah bergeser, konsumen lebih memilih belanja lewat online (daring)," ujar Ketua Umum DPP Iwapi, Nita Yudi, di sela-sela Rakernas Ke-26 Iwapi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (10/10).
Menurut dia, upaya membuka pasar dengan membuat toko atau keliling ikut pameran tergolong mahal. Dengan menaruh produk dagangan di dalam jejaring (daring), selain lebih efisien, seluruh dunia pun bisa melihat produk yang ditampilkan.
Karena itu, mulai saat ini, Iwapi terus mendorong anggota untuk masuk ke era digital. Pihaknya memfasilitasi anggota dengan Iwapi Center untuk memasuki era digital agar bisa meningkatkan penjualan di dunia maya.
Nita tidak menampik bahwa dibutuhkan usaha ekstra agar seluruh anggota Iwapi yang berjumlah lebih dari 30 ribu mampu mengoptimalkan peralatan teknologi yang dimiliki.
"Biasanya ibu-ibu ini banyak yang gaptek. Mereka memang punya handphone android lebih dari satu, tapi tidak dimanfaatkan secara maksimal," tukas dia.
Pembinaan
Pada kesempatan serupa, Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, menambahkan pihaknya tengah mengembangkan program E-smart IKM yang memanfaatkan platform digital.
Program yang bertujuan meningkatkan kapasitas sektor yang mendominasi populasi industri di Tanah Air itu difokuskan menjaring IKM yang menggeluti sektor kosmetik, logam, kerajinan, fesyen, makanan dan minuman, perhiasan, produk kulit, furnitur, herbal, komponen, tekstil, permesinan, semen, pupuk, dan elektronik.
"Dulu pembinaan dilakukan konvensional, misalnya melalui kelompok kerja. Agar lebih efektif, kita lakukan pembinaan berbasis digital, yakni E-smart IKM," ujar Gati.
Sebagai langkah awal pengembangan prototipe E-smart IKM, pihaknya akan lebih dulu mengakomodasi IKM sektor perhiasan, furnitur kayu dan rotan, ukiran kayu, batik, produk kulit, serta kerajinan anyaman.
Gati mengungkapkan adanya E-smart IKM juga mempermudah investor yang ingin bekerja sama dengan pelaku usaha lokal. Dalam artian, investor tinggal mengakses data melalui sistem yang disebut Bulog khusus IKM ini.
"Mereka (investor) tinggal klik jenis dan di mana IKM yang ingin diajak kerja sama. Kita bisa kurangi biaya-biaya broker," imbuhnya.
Program anyar itu dikatakan Gati sekaligus upaya untuk menciptakan pelaku IKM baru. Targetnya sebanyak 20 ribu pemain baru seturut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019.
Dia memastikan seluruh produk yang ditampilkan dalam E-smart IKM merupakan produk lokal, bukan reseller produk negara lain. Program itu memiliki desain infrastruktur digital dengan tulang punggung Palapa Ring, Satelit BRI, dan PLN. Sistemnya akan diintegrasikan dengan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) sebagai parameter jaminan produk, keamanan, dan standardisasi. (E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved