Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KESEPAKATAN antara dua pihak untuk melakukan transaksi ekonomi, atau istilahnya adalah kontrak ekonomi, tergolong semakin kompleks dan rentan terjadi pelanggaran. Lantaran itu, penting untuk memahami kontrak dan institusi-institusi, serta jebakan dalam rancangan kontrak dalam ekonomi modern yang disatukan kontrak yang tak terhitung banyaknya.
Berkaca dari risiko dan biaya yang harus dikeluarkan dalam proses kontrak, Oliver Hart dari Harvard University dan Bengt Holmstrom dari Massachusetts Institute of Technology, mencari solusi terbaik dalam teori kontrak.
Pada akhir 1970-an, Holmstrom menunjukkan bagaimana seorang prinsipal (misalnya pemegang saham perusahaan) harus meran-cang kontrak optimal untuk seorang agen (pemimpin eksekutif perusahaan), yang tindakannya sebagian tak teramati prinsipal.
Prinsip keinformatifan Holmstrom menyatakan dengan jelas bagaimana kontrak ini harus menghubungkan bayaran agen dengan informasi terkait performa menurut Komite Nobel di laman resminya, kemarin (Senin, 10/10).
Menggunakan model dasar prinsipal-agen, ilmuwan kelahiran Finlandia itu menunjukkan bagaimana kontrak optimal secara hati-hati menimbang risiko terhadap insentif.
Dalam karya selanjutnya, Holm-strom menggeneralisasi hasil-hasil ini ke pengaturan yang lebih realistis, misalnya ketika pekerja tidak hanya dihargai dengan bayaran, tapi juga dengan potensi promosi, sedangkan prinsipal hanya mengamati dimensi performa tertentu.
Sementara Hart, pada pertengah-an 1980-an membuat kontribusi fundamental bagi cabang baru teori kontrak yang berhubungan dengan kasus kontrak penting yang tidak lengkap.
Temuan ilmuwan kelahiran Inggris tentang kontrak yang tidak lengkap memberi cahaya baru pada kepemilikan dan kontrol bisnis dan berdampak besar pada beberapa bidang ekonomi, hukum, dan politik.
Perangkat teoritis baru terkait kontrak yang dibuat Hart dan Holmstrom, mengantar keduanya meraih hadiah Nobel Ekonomi 2016.
The Royal Swedish Academy of Sciences--lembaga yang memberikan Nobel, menyebut teori yang diciptakan keduanya amat berharga dalam menciptakan ke-sepahaman yang jelas bagi sektor publik maupun swasta.
"Analisis mereka tentang pengaturan kontrak optimal meletakkan fondasi intelektual untuk merancang kebijakan dan institusi dalam banyak area, mulai dari undang-undang kepailitan sampai konstitusi politik," kata Komite Nobel.
Atas pencapaiannya, keduanya berhak atas hadiah sebesar $930.000 yang akan diserahkan kepada mereka, bersama dengan pemenang Nobel untuk kategori pengobatan, fisika, kimia dan Nobel perdamaian yang telah diumumkan minggu lalu, pada 10 Desember mendatang. Berkenaan dengan uang yang akan diterima, Holmstrom mengaku tidak perduli.
"Dalam dunia ekonomi, kita tidak terlalu berpihak pada besaran bonus, walaupun ia ditawarkan dalam jumlah teramat tinggi," ujar Holmstrom. (CNN/Fat/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved