Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PETRONAS Carigali Muriah Ltd berencana menambah dua pengeboran sumur baru di lapangan Kepodang, Blok Muriah, Jepara, Jawa Tengah.
Perusahaan migas asal Malaysia itu mulai menggali satu sumur pada akhir bulan ini, dan diharapkan tuntas pada tahun depan. Sumur selanjutnya akan digarap pada tahun depan.
"Kini memang kita tengah fokus menggarap di Blok Muriah, khususnya yang terletak di lapangan Kapodang," ujar Presiden Petronas Carigali Muriah, Muhammad Zaini, di Jakarta, kemarin.
Lewat penambahan dua sumur baru, perusahaan menargetkan hasil produksi bisa bertambah sekitar 35,29%, dari 85 metrik kaki kubik per hari (mmscfd) menjadi 115 mmscfd pada tahun depan.
Kepada wartawan, Zaini menolak menyebutkan nilai belanja modal (capital expenditure/capex) yang akan dikeluarkan perusahaan untuk aktivitas itu. Ia mengatakan angka pengeboran sumur sedang difinalisasi bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas).
Sebagai informasi, kontrak bagi hasil produksi (production sharing contract/PSC) Blok Muriah yang dipegang perusahaan asal Malaysia itu dimulai sejak 1991, bermit-ra dengan Saka Energi Muriah Ltd. Produksi pertama lapangan Kepodang terjadi pada Agustus tahun lalu dengan volume mencapai 56 mmscfd.
Berkenaan dengan isu pemutusan hubungan kerja (PHK) di Petronas Indonesia, Zaini menegaskan hal itu belum akan dilakukan. Menurutnya, PHK baru akan dilakukan bila harga minyak dunia menyentuh US$20-US$30 per barel.
"Di sini belum ada, tapi kalau bulan depan harga minyak jatuh ke US$20-US$30 per barel, mungkin terpaksa ambil keputusan yang sama karena perusahaan tidak efisien," ucap Zaini.
Sebelumnya pada tahun ini Petronas melakukan PHK pada 1.000 karyawan di negara asal perusahaan itu. Ia pun mengaku PHK di Malaysia terpaksa dilakukan dengan alasan efisiensi.
Karena itu, dia berharap harga minyak dunia bisa stabil di angka US$60-US$70 per barel. Dengan harga minyak sebesar itu, Zaini memprediksi iklim investasi migas di dunia bisa kembali bergairah. (Jes/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved