Mandiri Sindikasi Kredit Bandara Rp4 Triliun

Jajang Sumantri
04/10/2016 05:33
Mandiri Sindikasi Kredit Bandara Rp4 Triliun
(ANTARA/Fahrul Jayadiputra)

PT Bank Mandiri (persero) Tbk menyiapkan kredit sindikasi sebesar Rp4 triliun untuk pembangunan lima bandara pada triwulan IV 2016.

Direktur Perbankan Korporasi Mandiri Royke Tumilaar di Jakarta, kemarin, mengatakan Mandiri akan menjadi pimpinan sindikasi tersebut yang akan disalurkan ke PT Angkasa Pura I sebagai pembangun proyek lima bandara.

"Total sindikasi untuk lima bandara tersebut Rp4 triliun. Bandara Kulon Progo di DI Yogyakarta segera (kami) salurkan," ujar dia.

Kredit sindikasi itu dilakukan untuk pembangunan bandara baru dan pengembangan bandara yang sudah ada.

Kelimanya ialah Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Kulon Progo Yogyakarta, Terminal 3 Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Sindikasi tersebut akan melibatkan debitur lain, seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).

Royke menyebutkan kredit sindikasi lainnya yang akan terealisasi pada triwulan IV 2016 ialah proyek pembangunan tol di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi.

"Kita harap bisa mulai di triwulan IV, bersama Bandara baru di Kulon Progo," kata dia.

Secara keseluruhan, kata Royke, permintaan kredit infrastruktur di semester II 2016 terus meningkat.

Selain proyek transportasi, Mandiri juga menyiapkan kredit untuk proyek pembangkit listrik di triwulan IV.

Untuk pembangkit listrik, kata Royke, perseroan telah menyediakan komitmen pembiayaan hingga Rp20 triliun.

Total, Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit infrastruktur 20% secara tahunan (yoy) di akhir tahun.

Sementara itu, total kredit perseroan ditargetkan tumbuh 10%-11%.

Berdasarkan portofilo Mandiri, komitmen kredit infrastruktur hingga akhir Agustus 2016 sebesar Rp92,8 triliun atau tumbuh 40% dari periode sama tahun lalu.

Dari nilai komitmen Rp92,8 triliun, pinjaman yang sudah dicairkan hingga Agustus 2016 sebesar Rp49,4 triliun, atau meningkat sekitar 19% dari periode sama pada tahun lalu.

Kereta bandara

Tiga perusahaan BUMN, yaitu PT Angkasa Pura I, PT Kereta Api Indonesia, dan PT Adhi Karya (persero), menandatangani nota kesepahaman terkait dengan kerja sama pengembangan kereta bandara di Bandara Adi Soemarmo, Surakarta.

"Nota kesepahaman ini merupakan landasan awal atas rencana kerja sama yang akan dilakukan Angkasa Pura I dengan KAI dan Adhi Karya dalam rangka mewujudkan proyek pengembangan fasilitas kereta bandara di Bandara Adi Soemarmo," kata Pelaksana Tugas Sementara (PTS) Direktur Utama Angkasa Pura, I Polana B Pramesti, dalam siaran pers.

Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan I Polana B Pramesti, Direktur Utama KAI Edi Sukmoro, dan Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto, serta disaksikan Menteri BUMN Rini Soemarno di Bandung, Minggu (2/10).

Polana mengatakan penandatanganan juga bertujuan mendukung kebijakan pemerintah terkait dengan pengembangan transportasi berbasis rel dari dan menuju bandara.

(E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya