CIMB Niaga Tawarkan Obligasi Rp1 Triliun-Rp2,5 Triliun

Arv/E-2
04/10/2016 05:23
CIMB Niaga Tawarkan Obligasi Rp1 Triliun-Rp2,5 Triliun
(ANTARA/Yudhi Mahatma)

UNTUK menunjang performa perusahaan, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) melakukan penawaran umum Obligasi Berkelanjutan II Bank CIMB Niaga Tahap I 2016 dengan nominal penawaran Rp1 triliun-Rp2,5 triliun.

Direktur Utama CIMB Niaga Tigor M Siahaan menyampaikan obligasi yang ditawarkan terdiri atas tiga seri, yakni Seri A dengan tenor 370 hari dan kupon 6,5%-7,25% per tahun, Seri B dengan tenor tiga tahun dan kupon 7,25%-8% per tahun, dan yang ketiga ialah Seri C dengan tenor lima tahun dan kupon 7,6%-8,35% per tahun.

"Dana yang ditargetkan dapat terhimpun sebesar Rp8 triliun dan seluruhnya akan digunakan untuk pembiayaan ekspansi kredit dalam rangka pertumbuhan bisnis perusahaan," terang Tigor di Jakarta, kemarin.

Perusahaan pun telah menunjuk PT CIMB Securities Indonesia, PT BCA Sekuritas, dan PT Danareksa Sekuritas, sebagai penjamin emisi.

Masa book building obligasi dimulai pada 3 Oktober 2016 hingga 17 Oktober 2016, sedangkan penjatahan dijadwalkan pada 1 November 2016 dan pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 4 November 2016.

"Kami optimistis penerbitan obligasi akan menarik minat investor, sebab obligasi kami sudah mendapat rating AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)," tutur Tigor.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kepatuhan sekaligus Sekretaris Perusahaan CIMB Niaga Fransiska Oei turut memaparkan kinerja perusahaan sampai Agustus 2016 yang tercatat masih menunjukkan tren positif, terlihat dari perolehan laba operasional yang naik 338,7% secara tahun ke tahun menjadi Rp1,413 triliun dari Rp322,09 miliar.

Segi kredit sampai Agustus 2016 tercatat mengalami koreksi 4,79% secara tahun ke tahun menjadi Rp160,09 triliun dari sebelumnya Rp168,15 triliun.

Current account and savings account (CASA) bertumbuh 5,7% YoY menjadi Rp93,21 triliun per 30 Juni 2016, dengan rasio CASA meningkat 457 basis poin (bps) YoY menjadi 51,99%.

Di samping itu, terjadi juga penurunan aset sebesar 1,35% menjadi Rp232,95 triliun dari sebelumnya Rp236,16 triliun pada periode yang sama pada 2015.

Hal itu disebabkan penurunan kredit tersebut.

Namun, CIMB Niaga mempertahankan posisi mereka sebagai bank terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset.

"Tentunya sampai akhir tahun diharapkan akan tumbuh lebih baik daripada tahun sebelumnya."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya