Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PACEKLIK yang kerap terjadi selama Oktober-Januari setiap tahun diproyeksikan bisa dihindari.
Hal itu dapat dicapai setelah pemerintah memperluas lahan serta menerapkan taktik pergeseran musim tanam yang tidak lagi rentan terhadap perubahan iklim.
"Itu terjadi karena luas ta-nam padi periode Juli hingga Oktober hanya berkisar 485 ribu hingga 796 ribu ha," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Senin (3/10).
Selain itu, penanaman padi pada periode tersebut dilakukan pada musim kemarau.
Bandingkan luas tanam pada Juli-Oktober 2016. Pada Juli, terdapat lahan seluas 917 ribu ha, sedangkan pada Agustus-September masing-masing ada 952 ribu ha dan 1,2 juta ha.
Dengan luas tanam pada Juli yang mencapai 917 ribu ha dan rata-rata produksi padi 6 ton per ha, akan ada 5,4 juta ton padi atau se-tara 2,7 juta ton beras yang diproduksi pada Oktober 2016.
"Sementara itu, kebutuhan beras per bulan hanya 2,6 juta ton. Ini sudah surplus. Cadangan 2 juta ton di gudang tidak diganggu."
Secara keseluruhan, lanjutnya, ada surplus luas tanam pada Oktober 2015 hingga September 2016 sebesar 961 ribu ha jika dibandingkan dengan periode yang sama sebelumnya.
Hal itu terjadi karena pemerintah memaksimalkan potensi air yang sangat besar.
"Kami bangun irigasi 3,2 juta ha. Kami bangun embung, sumur dangkal, dan maksimalkan pompa air di lokasi yang tepat," tutur.
Hasilnya, Indeks Pertanam-an (IP) Juli-September 2016 meningkat dari sekali tanam menjadi dua kali tanam per tahun.
Solusi itu juga diterapkan pada tanaman jagung, cabai, dan bawang merah.
Dengan penanaman pada musim tidak tanam dan penggunaan varietas yang tahan kekeringan serta tahan genangan, tidak akan lagi ada kekurangan produksi di setiap bulan.
Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir menilai terobosan baru itu berdampak pada peningkatan luas tanam.
"Dengan asumsi mengguna-kan metode perhitungan produksi yang ada selama ini, prediksi saya sih produksi 2016 ini lebih tinggi 4,7 juta ton daripada 2015," tandas Winarno. (Pra/E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved