Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BURSA Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pencapaian dana deklarasi program amnesti pajak pada periode I yang telah menembus Rp3.500 triliun akan mengangkat optimisme investor industri pasar modal.
"Saat pemerintah membuat target, database-nya itu sangat canggih. Jadi saya percaya target pemerintah akan tercapai. Pesimisme dari orang-orang ternyata tidak benar," ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio saat edukasi dengan wartawan pasar modal di Denpasar, Bali, Sabtu (1/10).
Tercapainya target pemerintah, lanjut dia, ialah tata kelola fiskal akan membaik dan akan membuat neraca keuangan negara juga lebih baik.
"Kemudian cadangan devisa membaik diikuti suku bunga turun. Berlanjut ke nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membaik," kata dia.
Tito juga memperkirakan uang tebusan dari program amnesti pajak yang bisa masuk ke kas negara akan mencapai Rp150 triliun pada akhir periode amnesti pajak per 30 Maret 2017.
Hal itu dengan asumsi lebih banyak wajib pajak dari dalam negeri seperti pengusaha UMKM atau masyarakat yang datang untuk membenahi SPT mereka dengan tarif 0,5% dan 2% ketimbang dari luar negeri.
"Karena itu, average saya 3%, jadi perkiraan saya bukan Rp165 triliun, melainkan 150 triliun," tukasnya.
Memasuki pekan periode tebusan 3%, kemarin, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan mencatat realisasi deklarasi amnesti pajak yang terkumpul mencapai Rp3.621 triliun.
Berdasarkan statistik Ditjen Pajak, dari jumlah Rp3.621 triliun itu, sebanyak Rp2.533 triliun berasal dari deklarasi dalam negeri, Rp951 triliun berasal dari luar negeri, dan Rp137 triliun dari repatriasi.
Statistik yang sama juga menjabarkan komposisi uang tebusan paling banyak berasal dari pajak orang non-UMKM sebesar Rp76,6 triliun, lalu disusul tebusan dari badan non-UMKM sebesar Rp9,7 triliun.
Sebanyak Rp2,64 triliun berasal dari objek pajak UMKM dan Rp181 miliar berasal dari badan UMKM.
"Rp3.600 triliun harta yang dideklarasikan tentunya memperkuat basis pajak sebelumnya. Sekarang tinggal bagaimana basis pajak ini semakin diperkuat dengan dibantu komitmen dari masyarakat untuk menjadi WP (wajib pajak) yang patuh," tutur Direktur P2 Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama saat dihubungi, Minggu (2/10).
35 emiten
Di sisi lain, BEI kembali membidik 35 perusahaan yang akan menerbitkan saham perdana (initial public offering/IPO) di pasar modal Indonesia pada 2017. Target 35 emiten telah dicanangkan pada tahun ini, tapi dipangkas kembali menjadi 25 emiten.
"Sekarang kita lagi duduk bersama. Tahun ini total emiten, obligasi, dan saham meningkat. Banyak switching ke obligasi karena rendahnya bunga tahun depan, kembali saya percaya kita di atas 35 (emiten)," ucap Tito.
Tito mengaku optimistis menggapai target 35 emiten baru tahun depan karena meningkatnya transaksi pasar.
Selain dari masuknya dana repatriasi amnesti pajak, investasi saham diperkirakan meningkat tahun depan dengan adanya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 3/POJK.05/2015 tentang Investasi Dana Pensiun yang menyebutkan porsi saham dalam investasi dana pensiun bisa mencapai 50%.
"Jadi akan ada switching dari fix income revenue (obligasi, sukuk, surat berharga negara) kepada saham plus pertumbuhannya (investasi) 4%. Untuk itu, perlu sekitar Rp54 triliun saham untuk diserap," jelasnya.
Ketika target 35 emiten bisa tercapai dengan baik, kata Tito, ia optimistis bisa membawa tingkat kapitalisasi pasar bisa lebih melambung ke posisi Rp6.300 triliun pada 2017, dari posisi yang diharapkan mencapai Rp6.000 triliun tahun ini.
"Target 35 emiten akan membawa market cap Rp6.300 triliun tahun depan." (Arv/Ant/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved