Menyempurnakan Jalur Pantai Selatan

Andhika Prasetyo
03/10/2016 07:20
Menyempurnakan Jalur Pantai Selatan
(ANTARA)

JALUR pantai selatan (pansela) Jawa terus menjadi perhatian pemerintah untuk membagi beban lalu lintas di Pulau Jawa.

Pemerintah, melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera), akan membangun jalan nasional baru sepanjang 158,83 kilometer (km) di jalur tersebut.

Direktur Pengembangan Jaringan Jalan Ditjen Bina Marga Kementerian PU-Pera Rachman Arief mengungkapkan pembangunan itu membutuhkan dana Rp3,2 triliun dan seluruhnya datang dari pinjaman Islamic Development Bank.

Hingga saat ini total panjang pansela ialah 1.602,99 km, tapi 425,17 km di antaranya masih belum tersambung (lihat grafik).

"Pembangunan sepanjang 158,83 km itu akan lebih banyak diprioritaskan untuk wilayah timur Jawa karena masih banyak ruas jalan pansela yang belum tersambung di sana," ujarnya di Kantor Kementerian PU-Pera Jakarta, Jumat (30/9).

Secara rinci ia menyebutkan ruas jalan yang akan dibangun ialah mulai Patimuan yang akan terhubung ke Tambakreja dan Bantarsari (10,5 km), lalu Jladri menuju Tambakmulyo (4,5 km), dan Legundi menuju Panjan (4,7 km).

Ruas pansela juga akan menyambungkan Jerujwudel, Baran, hingga Duwet (7 km) dan Munjungan, Prigi, hingga Tulungagung (27,46 km).

"Ada juga batas Tulungagung ke Serang 31,34 km, Serang ke Malang 33,68 km, Jarit ke Puger 25,1 km, serta Puger ke Sumberejo 14 km. Itu semua di Jawa Timur," jelas Arief.

Secara menyeluruh, ia mengatakan proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2018.

Hambatan proyek tersebut, kata Arief, kemungkinan hanya pembebasan lahan hutan lindung yang membutuhkan izin khusus.

"Terkait dengan teknologi, kami sudah memperhitungkan segala kondisi dan lingkungan sekitar. Kami sudah mengantisipasi bagaimana agar jalan tidak rusak karena terjangan air rob dari pantai selatan, seperti dengan membangun tanggul-tanggul dan membuat drainase. Kami juga akan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU-Pera," terangnya.


RPJMN

Arief mengungkapkan proyek pansela merupakan rencana pembangunan jangka menengah (RPJMN) prioritas pemerintah.

Pembangunan yang sudah dicanangkan sejak 2004 itu bertujuan menghilangkan kesenjangan Jawa bagian utara, tengah, dan selatan.

"Dengan demikian, itu membuka peluang bagi pengembangan kegiatan ekonomi, pemanfaatan sumber daya alam, serta potensi objek wisata."

Untuk pansela, pemerintah hanya mengalokasikan dana Rp650 miliar, termasuk pemeliharaan jalan di Banten dan Jabar serta pembangunan jalan baru.

"Mengingat ada pemotongan anggaran, jadi kita juga mencari pendekatan lain mendapatkan dana untuk pembangunan dari luar," ujar Sesditjen Bina Marga Kementerian PU-Pera Bambang Sudiatmo. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya