Paket Industri Diprioritaskan

Irene Harty
02/9/2015 00:00
Paket Industri Diprioritaskan
(Sumber: Kemenkeu/L-1/Grafis: Ebet)

PAKET kebijakan untuk mengakselerasi ekonomi Indonesia, menurut rencana, akan dikeluarkan secara bertahap. Dengan melihat urgensi menghadapi krisis, pemerintah pun akan memprioritaskan kebijakan untuk melindungi sektor industri dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyadari gejolak ekonomi global membuat industri semakin tertekan, padahal sektor itu menyerap banyak tenaga kerja.

"Kenapa industri duluan? Karena pertaruhan kita ke depan ialah industri untuk menguatkan ekonomi kita," ujar Darmin seusai memimpin rapat koordinasi pembahasan paket kebijakan ekonomi di kantornya, Jakarta, kemarin.

Saat ditanya soal kebijakan yang akan dikeluarkan, mantan Gubernur BI itu hanya mengungkapkan paket kebijakan yang sedang disiapkan pemerintah sangat banyak, kompleks, dan masih terus digodok di lintas kementerian. "Kita akan luncurkan bertahap. Kami usahakan ada yang diumumkan minggu ini," kata Darmin.

Hadir dalam rakor itu Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin, dan Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Lembong. Paket regulasi yang disiapkan pemerintah merupakan bauran dari tiga kebijakan, yakni moneter, fiskal, dan sektor riil.

Menperin Saleh mengungkapkan pihaknya masih menginventarisasi daftar peraturan yang bisa dibahas lebih lanjut. "Kalau ada aturan yang menghambat kita potong. Fokusnya menjaga ketersediaan bahan baku, biaya energi, dan yang terpenting memangkas rantai birokrasi," ujarnya.

Saran IMF

Managing Director of International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde menilai Indonesia sudah memiliki antisipasi yang cukup bagus dalam menghadapi gejolak ekonomi global. Indonesia sudah dalam jalur untuk memperbaiki dan mempertahankan pertumbuhan ekonominya.

Ia pun memberi kiat cara terbaik antisipasi untuk menghadapi ekonomi yang melambat, yaitu menyiapkan infrastruktur, menarik investasi, dan berperan di perdagangan internasional.

"IMF yakin Indonesia lebih siap menghadapi perlambatan ekonomi. Sudah ada penyangga, sudah ada keahlian dari siklus keuangan masa lalu," ujar Lagarde seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

Dia memprediksi Indonesia bakal memiliki pertumbuhan ekonomi lebih tinggi sedikit dari 5% dengan proyeksi tahun ini tidak sampai 5%, yakni 4,7%.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Mari Elka Pangestu memperkirakan, dalam jangka pendek, masalah fluktuasi rupiah dan arus modal masih akan terjadi.

"Indonesia harus menghadapi saja dan wawas diri dengan melakukan langkah-langkah jangka pendek di fiskal dan moneter dan kebijakan yang konsisten," ujar Mari. Menurutnya, pemerintah perlu mempersiapkan reformasi struktural di berbagai sektor. (Wib/Dro/Fat/X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya