PLB Dapat Pangkas Biaya hingga 7%

Gabriela Jessica Restiana
26/9/2016 06:40
PLB Dapat Pangkas Biaya hingga 7%
(ANTARA/Fanny Octavianus)

KEHADIRAN pusat logistik berikat (PLB) diklaim bisa menghemat biaya logistik bagi dunia industri sebesar 5%-7%.

Dengan adanya penghematan biaya logistik, daya saing industri nasional bakal terdorong meningkat.

"Tidak hanya berdampak pada penghematan, adanya PLB juga bisa menghemat waktu transit dan mengurangi risiko kerusakan akibat perpindahan barang. Dengan demikian, pembangunan PLB mampu menghemat modal kerja perusahaan," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai menggelar dialog dengan pelaku usaha di PLB PT Gerbang Teknologi Cikarang, Bekasi, Jumat (23/9).

Kehadiran PLB, lanjut dia, juga akan membantu industri kecil dan menengah (IKM) untuk mengambil barang secara ritel.

Dahulu mereka harus membeli ke Malaysia dan Singapura yang tentu saja lebih mahal ongkosnya.

PLB juga berdampak bagi ketersediaan barang secara nasional. Pasalnya kapasitas bahan baku bisa lebih terjamin.

Imbasnya proses produksi bagi perusahaan bisa lebih cepat dan mengurangi kebutuhan inventarisasi perusahaan.

Dari beberapa manfaat tersebut, PLB dinilai dapat memperbaiki rantai pasok industri di dalam negeri.

"PLB ini tidak terbatas pada komoditas. Perusahaan bisa mengambil logistik secara real time. Jadi, PLB ini mampu memperbaiki supply chain sekaligus mempersiapkan masuk ke Industry 4.0," ujarnya.

Saat ini, terdapat 29 PLB di Indonesia.

Mereka antara lain PT Cipta Krida Bahari yang berlokasi di Cakung, Jakarta, yang menampung barang untuk mendukung industri migas dan pertambangan, PT Petrosea Tbk yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang menampung barang untuk mendukung industri migas dan pertambangan, dan PT Pelabuhan Panajam Banua Taka yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang menampung barang untuk mendukung industri migas dan pertambangan.

Pindah

Pada kesempatan serupa, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengungkapkan kehadiran PLB ditaksir bisa menghemat biaya operasional sampai Rp300 miliar per tahun.

Sebelum ada PLB, pengusaha Indonesia menimbun bahan baku dan barang modal mereka di pelabuhan Singapura dan Malaysia.

Hal itu dilakukan agar barang tidak perlu ditimbun di pelabuhan lokal.

Pasalnya, selain biaya penitipan mahal, pengusaha harus langsung membayar bea dan cukai.

"Kalau ditimbun di pelabuhan di sini, akan memberatkan mereka. Karena ada PLB, kita hitung penghematan yang akan terjadi di biaya logistik mencapai Rp300 miliar per tahun," papar Heru.

Lantaran adanya PLB, Heru mengatakan sudah banyak pengusaha Indonesia yang mulai memindahkan timbunan barang impor mereka dari Singapura ke PLB di Cakung.

Pemindahan itu diperkirakannya bisa menghemat biaya logistik sampai Rp11 miliar per tahun.

Dengan adanya PLB pun, imbuhnya, waktu tunggu barang (dwelling time) untuk barang yang langsung diangkut dari seluruh pelabuhan utama ke PLB sudah mencapai 1,02 hari.

Sementara itu, dwelling time untuk barang umum di Pelabuhan Tanjung Priok selama 3,3 hari.

(Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya