Akses Pangan dan Minol ke Pusat Logistik Dibuka

Jes/E-4
26/9/2016 06:30
Akses Pangan dan Minol ke Pusat Logistik Dibuka
(ANTARA/HO/Rinaldi)

PEMERINTAH membuka akses bagi komoditas pangan dan minuman beralkohol (minol) untuk masuk ke pusat logistik berikat (PLB).

Pemberian akses itu diyakini bisa mempercepat stabilisasi harga pangan sekaligus memangkas penyelundupan.

"Kita siapkan dulu regulasi dan kesiapan fasilitas untuk menampung barangnya. Mudah-mudahan produk pangan sudah bisa masuk PLB pada tahun depan," ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita seusai menggelar dialog dengan pelaku usaha di PLB PT Gerbang Teknologi Cikarang, Bekasi, Jumat (23/9).

Jika aturan terkait dengan pembukaan akses itu bisa dilakukan dengan lebih cepat, Enggar memprediksi pembukaan akses itu sudah bisa dilakukan pada akhir tahun ini.

Menurutnya, beberapa komoditas pangan yang akan masuk ke PLB ialah buah kiwi, bawang bombay, kedelai, dan apel.

Harga komoditas tersebut dinilai rawan dispekulasi karena mayoritas impor.

Jika komoditas pangan masuk PLB, pemerintah berharap biaya timbun dan logistik yang dinikmati negara lain bisa pindah ke Indonesia.

Dengan demikian, rantai distribusi pangan yang diimpor bisa terpangkas dan berdampak pada penurunan harga di konsumen dan industri.

Selain itu, kata Enggar, minol akan masuk ke PLB dengan alasan maraknya kasus penyelundupan. Untuk mengurangi itu, pemerintah akan memberikan insentif impor minol melalui PLB.

"Minol itu membuat kita sedih. Karena penyelundupannya tinggi. Jadi, akan ada penyesuaian kebijakan. Cukainya kan tinggi sekali. Nah, setiap biaya yang tinggi, dicurigai pasti ada penyelundupan. Karena itu, pengawasannya juga harus ketat sekali," papar Enggar.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kemenko Perekonomian Edy Putra Irawady menilai, selain minol, komoditas timah kerap diselundupkan.

Dia menaksir penyelundupan ekspor timah dari Indonesia mencapai US$752 juta per tahun.

Hitungan itu berdasarkan nilai ekspor yang tercatat dan nilai impor timah yang diperolehnya dari negara pengimpor timah Indonesia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya