Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koperasi dan Usaha Kecil Menengah AAGN Puspayoga menyarankan agar para pengusaha usaha kecil menengah (UKM) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perlu banyak mengikuti pameran. Dengan sering mengikuti pameran, pengusaha bisa memperluas pasar dan tentunya omzet penjualan.
"Untuk itu pemerintah selalu mendukung para UKM/UMKM untuk ikut pameran dan berbagai kegiatan promosi," ujar Puspayoga lewat sambutan pidatonya yang dibacakan oleh Direktur Lembaga Layanan Pemasaran Kemenkop UKM Ahmad Zabadi kala mewakili Puspayoga membuka gelaran Indonesia Fashion & Craft 2016, di Jakarta, kemarin (Rabu, 21/9).
Menurut Puspayoga, pengusaha khususnya di industri fesyen harus dinamis dan pandai membaca pasar. Pameran yang mempertemukan banyak pengusaha beserta konsumennya membuat pengerajin dan desainer saling belajar dan bertukar pengalaman.
Saat ini, menurut Puspayoga, produk Indonesia sudah banyak diminati. Hanya saja konsumen global kerap mengeluhkan kurangnya inovasi.
Belajar berinovasi bukan satu-satunya pekerjaan rumah para perajin dan desainer, tantangan lainnya ialah keberanian untuk berekspansi.
Puspayoga menekankan pengusaha UKM tidak perlu ragu mengekspansi usahanya. Jika terpentok kendala biaya, Puspayoga menyarankan para pengusaha untuk ikut Kredit Usaha Rakyat (KUR). "Pengusaha bisa mengakses pembiayaan melalui KUR," kata dia.
Pameran tersebut diselenggarakan oleh PT Debindomulti Adhiswasti mulai tanggal 21 September hingga 25 September nanti.
Ketua Penyelenggara Indonesia Fashion & Craft 2016 Rizal Adiputra mengatakan pameran tahun ini cukup diminati oleh para desainer dan perajin.
"Pameran ketujuh kali ini diikuti oleh 245 <>exhibitor meliputi 181 UKM Swasta Mandiri, 3 Kementerian dan 13 UKM binaan dan 1 dari perbankan," kata Rizal dalam kesempatan serupa.
Ia berharap pameran ini bisa meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk-produk yang dihasilkan pengusaha lokal.
Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Padjajaran, Bandung, Ina Primiana, menyatakan pemerintah perlu segera memiliki basis data (data base) UKM/UMKM.
Data yang valid bakal memudahkan negara memberikan bantuan pengembangan pada mereka. "Akibat tidak memiliki <>data base, pemberian bantuan kerap tumpang tindih," ujar Ina, di Jakarta, lusa kemarin. (Fat/Dro/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved