Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina (persero) berencana meracik sendiri BBM RON 88 jenis premium, yang nantinya dilakukan di fasilitas blending di Tanjung Uban, Bintan, Provinsi Kepri.
Vice President Integrated Suply Chain (ISC) Pertamina Daniel Purba mengatakan, dengan meracik sendiri BBM jenis premium, perusahaan dapat menghemat impor sebesar 2 juta barel per bulan.
"Cukup besar efisiensi yang bisa didapat dari pembuatan BBM sendiri ini," ujar Daniel di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, kemarin (Rabu, 21/9).
Ia mengakui, saat ini Pertamina tengah mempelajari cara mencampur bahan mentah untuk menghasilkan BBM serta mencari kemungkinan kerja sama untuk pengembangan bisnis di luar negeri. Menurutnya, melakukan aktivitas blending tetap tidak mudah dan juga ada risikonya.
"Blending tidak gampang sehingga kami sedang mempelajari berbagai kemungkinan, sambil menunggu terminalnya selesai," ucapnya.
Ia menjelaskan fasilitas blending Tanjung Uban sebelumnya hanya berperan sebagai terminal BBM berkapasitas 60 ribu kl. Nantinya, perusahaan membangun 4 tangki berkapasitas 50 ribu kl dan dermaga berkapasitas 100 ribu dwt sebab adanya pengembangan sekaligus pembangunan infrastruktur peracikan BBM tersebut.
"Tangki yang sudah existing 15 ribu kl ada empat, itu hanya sebagai penampung."
Daniel melanjutkan fasilitas tersebut ditargetkan selesai Desember 2016 dan dapat beroperasi komersial pada semester I 2017.
"Untuk jangka pendek, BBM racikan sendiri itu pangsa pasarnya masih 50:50, untuk dalam dan luar negeri. Namun, untuk jangka panjang, bisa saja nantinya 100% untuk pasar luar, dan mungkin akan dikembangkan juga tidak hanya produksi Premium, tapi juga Pertalite dan Pertamax," ujarnya.
Sejak Agustus, imbuhnya, impor premium menurun 30%. Hal itu sejalan dengan peningkatan konsumsi bensin RON 92 jenis pertamax.
Menurut data ISC Pertamina, rata-rata impor premium yang mencapai 7 juta barel per bulan pada Agustus berkurang menjadi 5,4 juta barel. Sebaliknya, impor pertamax naik dari 1,4 juta barel menjadi 2,7 juta barel. (Arv/Ant/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved