BRI Bank Domestik Terbaik

Teguh Nirwahyudi, Laporan dari Hong Kong
22/9/2016 08:30
BRI Bank Domestik Terbaik
(Direktur Kepatuhan BRI Priyastomo (tengah) seusai menerima penghargaan The Best Domestic Bank in Indonesia 2016 dari Asiamoney--Dok. BRI)

UNTUK ketiga kalinya PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk memenangi penghargaan Best Domestic Bank in Indonesia 2016 yang diselenggarakan Asiamoney.

Penghargaan tersebut diberikan setelah Asiamoney meriset kinerja perbankan di Indonesia sejak awal 2015 hingga akhir kuartal pertama 2016.

Dalam penilaian Direktur Kepatuhan BRI Priyastomo, dari sisi internal penghargaan itu akan memotivasi seluruh karyawan.

"Menjadi juara tidak mudah. Mempertahankan kejuaraan pun tidak mudah di tengah kondisi perekonomian domestik maupun global yang tidak menggembirakan. Namun, BRI masih bisa menunjukkan kinerja bagus," kata Priyastomo jelang penyerahan penghargaan Best Domestic Bank in Indonesia 2016 dari Asiamoney di Hotel JW Marriott Hong Kong, kemarin (Rabu, 21/9).

Corporate Secretary BRI Hari Siaga Amijarso menambahkan penghargaan itu merupakan apresiasi dari lembaga mancanegara terhadap kinerja BRI.

"Kami konsisten menjadi bank terbesar dalam keuangan mikro di dunia. Kami tidak berhenti berinovasi menggunakan teknologi canggih untuk menjangkau nasabah di seluruh Indonesia," ujar Hari.

Capaian tersebut, lanjut Hari, tecermin dari kinerja BRI triwulan II 2016 yang tercatat positif. Hingga akhir triwulan II, jumlah aset BRI tumbuh 16,8% year on year (yoy) menjadi Rp872,9 triliun. Sementara itu, laba triwulan II Rp12,047 triliun atau tumbuh 1,6% yoy sebesar Rp11,861 triliun.

Laba pada akhir Desember 2015 tercatat Rp25,204 triliun, menjadikan BRI sebagai bank dengan laba terbesar di Indonesia selama 11 tahun berturut-turut.

Hari mengakui komitmen BRI yang fokus melayani sektor usaha mikro juga menjadi salah satu faktor penilaian Asiamoney.

Hingga akhir triwulan II 2016, penyaluran kredit di sektor usaha mikro tumbuh 22,4% yoy menjadi Rp202,9 triliun, dengan jumlah nasabah meningkat menjadi 8,6 juta dari 7,5 juta pada triwulan kedua 2015, serta rasio kredit bermasalah (non-performing loan/ NPL) terjaga di level 1,49% (gross). Di sisi pendanaan mikro, terjadi pertumbuhan 15,9% yoy menjadi Rp190,4 triliun.

Asiamoney menilai faktor lain yang juga membuat BRI unggul ialah inovasi jasa dan teknologi. Pada 2015, umpama, BRI berhasil meraih penghargaan Best Domestic Bank in Indonesia berkat inovasi Teras BRI Kapal Bahtera Seva yang beroperasi di Kepulauan Seribu. Pada 2016, BRI berencana meluncurkan dua Teras BRI Kapal di Kepulauan Halmahera dan NTT.

Amankan jaringan
Pertumbuhan cepat dari jaringan BRI di seluruh pelosok Nusantara melahirkan kebutuhan mendesak di sektor komunikasi. Atas dasar itu, BRI meluncurkan satelit BRI (BRISat) pada pertengahan 2016 yang akan mengamankan jaringan komunikasi bank pelat merah itu di masa depan.

Peluncuran BRI-Sat sudah mulai bisa dirasakan manfaatnya oleh BRI. Salah satunya dengan pemanfaatan jaringan komunikasi yang digunakan BRI Digital di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta.

Outlet digital itu dilengkapi teknologi terkini untuk kebutuhan transaksi dan informasi produk perbankan serta update seputar keuangan, investasi, transaksi e-dagang, dan kebutuhan lainnya.

Penggunaan teknologi terkini, menurut Hari, juga dimanfaatkan untuk memajukan sektor UMKM, Untuk itu, BRI meluncurkan Teras BRI Digital sebagai transformasi dari Teras BRI konvensional dengan tetap mengedepankan pelayanan nasabah dan memperkuat komunitas pasar tradisional maupun marketplace.

Hari mengatakan pihaknya akan terus memperluas layanan perbankan digital di Indonesia. Saat ini, BRI telah memiliki 40 Teras BRI Digital dan 1 BRI Digital Banking di Terminal 3 Ultimate.(E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya