BKPM Rangkul Citi Cari Investor

Fetry Wuryasti
21/9/2016 09:15
BKPM Rangkul Citi Cari Investor
(ANTARA/Dhoni Setiawan)

BADAN Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjalin kolaborasi dengan Citi Indonesia guna meningkatkan investasi asing di Tanah Air. Kerja sama keduanya diresmikan dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Kepala BKPM Thomas Lembong dan CEO of Citi Indonesia Batara Sianturi, di Jakarta, kemarin (Selasa, 20/9).

Bentuk kolaborasi yang dijalin meliputi bidang promosi bersama serta pemanfaatan produk dan layanan jasa perbankan terkait dengan kegiatan penanaman modal.

"Investasi, termasuk dari asing, telah menjadi prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kolaborasi dengan institusi keuangan berskala global bisa menjembatani kepentingan tersebut," sebut Thomas.

Lewat kerja sama itu, Kepala BKPM yakin bisa memperkuat relasi antara pemerintah, regulator, dan investor. Dengan demikian, itu dapat mendorong pertumbuhan arus penanaman modal ke Indonesia.

Pada kesempatan itu, dia melaporkan kinerja investasi terus merangkak naik belakangan ini. Data BKPM mencatat realisasi investasi periode Januari-Juni 2016 naik 14,8% jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Nilai investasi yang masuk pada periode itu mencapai Rp298,1 triliun. Penanaman modal asing (PMA) berkontribusi sebesar Rp195,5 triliun atau naik 12,3% dari periode yang sama di 2015, sedangkan lima besar investor asing yang masuk berasal dari Singapura (US$4,9 miliar), Jepang (US$2,9 miliar), Hong Kong (US$1,1 miliar), Tiongkok (US$1 miliar), dan Belanda (US$0,63 miliar).

Sementara itu, Batara mengungkapkan Citi memiliki kemampuan untuk meningkatkan konektivitas positif antara pemerintah Republik Indonesia, regulator, dan perusahaan multinasional, utamanya melalui pemanfaatan jaringan global dan kapabilitas.

"Tentu kita berharap kerja sama ini bisa mendongkrak investasi asing di sini. Dengan demikian, perekonomian Indonesia bisa semakin berkembang," ungkap Batara.

Kemudahan
Global Head of Citi Global Subsidiaries Group Marc Merlino meyakini investasi ke dalam negeri bakal berkembang. Hal itu disebabkan kebijakan yang memudahkan para investor untuk berinvestasi (ease of doing business) sudah semakin baik.

Merlino pun yakin Citi dengan pengalamannya bisa membantu peningkatan investasi. Perusahaan perbankan itu, kata Merlino, telah dipercaya sebagai <>advisor dan mitra strategis perbankan yang kredibel di lebih dari 100 negara. Ia mengatakan 95% dari Fortune 100 Companies menunjuk Citi sebagai mitra perbankan pilihan.

Head of Global Subsidiaries Group Citi Indonesia Riko Tasmaya menjabarkan perusahaan multinasional sebagai klien Citi senantiasa ingin memastikan bahwa bisnis dan investasi mereka telah memenuhi peraturan dan kebijakan pemerintah, serta sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia.

"Lewat kolaborasi dengan BKPM ini, klien kami dapat memperoleh insights dan informasi terkini secara cepat dan akurat, serta mendapatkan saran terbaik berdasarkan pengamatan, wawasan, dan <>market intelligence yang mumpuni," jelas Riko. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya