Defisit Melebar, Butuh Tambalan Rp37 T

20/9/2016 06:11
Defisit Melebar, Butuh Tambalan Rp37 T
(Ilustrasi---MI)

POTENSI melebarnya defisit APBN Perubahan 2016, kurang lebih 0,2% dari proyeksi 2,35%, membuka kemungkinan penambahan utang pemerintah.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara memastikan peningkatan realisasi belanja kementerian/lembaga menjadi salah satu penyebab terjadinya proyeksi pelebaran defisit APBNP. Selain itu, ada potensi peningkatan cost recovery migas yang per Agustus sudah terealisasi US$6,5 miliar dari bujet US$8 miliar.

“Ada potensi upsize untuk cost recovery. Pokoknya itu dijaga sesuai asumsi. Untuk transfer ke daerah, kami berupaya mengurangi penundaan DAU (dana alokasi umum). Semua pengeluaran yang berpotensi membesar itu harus diwaspadai,” terang Suahasil seusai rapat dengan Badan Anggaran DPR di Jakarta.

Suahasil mengatakan salah satu solusi untuk menambal defisit anggaran ialah dengan menambah pembiayaan melalui penerbitan surat utang negara (SUN) atau mengupayakan pinjaman dari lembaga multilateral.

“Defisit akan melebar 2,5%-2,7%. Jadi, ada tambahan pembiayaan Rp37 triliun. Itu akan combine antara SBN lelang rutin dan melihat pinjaman yang masih terbuka untuk upsize, termasuk private placement.”

Namun, imbuh Suahasil, saat ini pemerintah masih terus mengupayakan tambahan penerimaan, terutama dari program amnesti pajak.

Berdasarkan Statistik Utang Luar Negeri Indonesia Juli 2016 yang dirilis Bank Indonesia, kemarin, utang luar negeri pemerintah dan bank sentral ialah US$159,7 miliar atau 49,3% dari total utang luar negeri. Jumlah itu naik 18,7% dari setahun sebelumnya, sedangkan total utang pemerintah pusat per Juli 2016 ialah Rp3.359,82 triliun.

Sementara itu, Badan Anggaran dan pemerintah menyepakati asumsi minyak mentah Indonesia (ICP) US$45 per barel. Lifting migas 1,965 juta barel setara minyak per hari (bsmph) dengan lifting minyak berubah dari 780 ribu barel per hari (bph) menjadi 815 ribu bph. (*/Ant/E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya