Impor Jagung Berhenti di 2017 Defi

20/9/2016 06:01
Impor Jagung Berhenti di 2017 Defi
(ANTARA)

MENTERI Pertanian Amran Sulaiman optimistis impor jagung tidak diperlukan lagi di 2017. Hal itu dilatari sejumlah faktor, seperti pada puncak panen raya 2017, produksi jagung dalam negeri bakal mencapai 3,5 juta ton. Hasil panen raya itu juga akan diserap Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT).

“Impor jagung sampai bulan ini sudah turun 47% dibandingkan tahun lalu. Saat ini impornya hanya 800 ton. Kalau impor bisa diturunkan hingga 50%, swasembada jagung bisa terjadi di 2017, dan tidak perlu di 2018,” ujar Amran saat meninjau are­al sawah jagung di Serpong, Banten, Senin (19/9).

Sebelum menurun, sebelumnya Indonesia masih mengimpor 3,6 juta ton ja­gung. Guna meningkatkan produksi, mengendalikan impor, serta mendorong ekspor jagung, Kementan pun menyiapkan anggaran untuk pengembangan lahan jagung seluas 1 juta hektare.

Namun, untuk tahap pertama ditetapkan 724 ribu hektare didukung kemitraan antara industri pakan ternak dan petani jagung. Luasan lahan itu telah dikembangkan di 29 provinsi, dengan ditanami jagung kering pipil.

Untuk pengembangan ja­gung di sejumlah provinsi itu, dilakukan dengan model kemitraan yang ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama GPMT dengan para kepala dinas pertanian. Kemitraan itu akan akan memfasilitasi sarana dan memberdayakan petani, guna meningkatkan produksi jagung serta menerbitkan harga acuan pembelian jagung di tingkat petani dan harga di tingkat konsumen.

Sementara itu, berkenaan dengan pemaksimalan lahan-lahan di daerah perbatasan, Amran menyatakan pihaknya tengah menjalin kerja sama dengan Kementan Tiongkok. Untuk tahap awal, keduanya sepakat untuk mengembangkan wilayah perbatasan di Kalimantan.

“Kita bersinergi membangun kawasan. Untuk nilai investasinya, kita tunggu saja,” ujar Amran seusai menerima Wakil Menteri Pertanian Tiongkok Zhang Taolin di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, enin (19/9). (Adi/Pra/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya