Proyek Infrastruktur Dikebut

Wibowo
28/8/2015 00:00
Proyek Infrastruktur Dikebut
(Sumber: Kementerian Keuangan/L-1)

PEMERINTAH benar-benar memacu pembangunan proyek strategis besar untuk membangkitkan perekonomian yang dilanda kelesuan. Menurut Menko Perekonomian Darmin Nasution, percepatan pengeluaran (dana) untuk proyek-proyek infrastruktur dapat menghindarkan Indonesia dari keterpurukan.

Kemarin, Dirut PT Pelindo I Bambang Eka Cahyana kedatangan tamu CEO Port of Rotterdam Authority Allard Castelein. Mereka sepakat untuk mengembangkan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai gerbang industri terintegrasi.

"Kini, proyek Kuala Tanjung baru selesai 15%. Di akhir 2015 kami targetkan mencapai 54%. Meskipun ekonomi lesu, proyek tetap dilanjutkan untuk mendukung program tol laut Jokowi," kata Bambang.

Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung, lanjut Allard Castelein, akan mewujudkan hub port di Indonesia bagian barat yang dapat meningkatkan daya saing Indonesia di kawasan regional.

Selain Pelindo I, PT Pelindo III juga tengah ngebut menggarap pembangkit listrik te-naga mesin dan gas dengan teknologi ramah lingkungan.

"Pembangunan terbagi dua tahap pada 2015 dan 2016. Tahap pertama menghasilkan listrik 6,6 megawatt untuk memasok Terminal Teluk Lamong. Tahun depan mencapai 13 megawatt," ujar Dirut Terminal Teluk Lamong Prasetyadi.

Tol Sumatra

PT Adhi Karya Tbk kini juga tengah menyelesaikan pembangunan Hotel Grandhika Iskandarsyah Jakarta. Hotel yang terletak di daerah Blok M tersebut merupakan hotel bintang empat untuk kalangan pebisnis dan wisatawan. Hingga Juli 2015, perusahaan berkode emiten ADHI itu telah mengikuti total tender senilai Rp25 triliun.

Realisasi kontrak baru pada Juli di antaranya gedung dan fasilitas KA double track Manggarai-Jatinegara senilai Rp314,1 miliar dan rusun Polri di Bali, NTB, serta Sulawesi sebesar Rp188,4 miliar.

"Berdasarkan sumber dana, kontrak baru terdiri dari swasta 45%, BUMN 14%, dan APBN/APBD 41%," ungkap Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Ki Syahgolang Permata.

Di sektor jalan raya pemerintah menugasi PT Hutama Karya untuk mempercepat pembangunan tol trans-Sumatra dengan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp3 triliun.

"PMN Rp3 triliun untuk menyelesaikan ruas Palembang-Indralaya dan Bakauheni-Terbanggi Besar. Karena proyek tol ini tidak layak finansial, dukungan pemerintah menjadi syarat mutlak," tutur Dirut Hutama Karya IGN Putra dalam rapat dengan Komisi VI DPR.

Putra memerincikan ruas Palembang-Indralaya sepanjang 22 km memerlukan PMN Rp1,5 triliun. Dana tersebut terbagi untuk konstruksi Rp1,214 triliun, peralatan Rp19 miliar, supervisi Rp21 miliar, eskalasi Rp52 miliar, PPN 10% Rp132 miliar, biaya overhead Rp30 miliar, interest during construction Rp24 miliar, dan financing cost Rp8 miliar.

Adapun Pemprov DKI Jakarta menegaskan komitmennya mempercepat proyek infrastruktur seperti MRT dan bus rapid transit (BRT).

Menurut Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, proyek MRT dan BRT harus dipercepat terutama jalur Bandara Soekarno-Hatta untuk menyambut peserta Asian Games 2018.

"Kedua jenis transportasi massal tersebut akan mendukung para atlet bisa tepat waktu."

Kemarin, nilai rupiah menguat 49 poin ke posisi 14.050 dari sebelumnya di level 14.099, sedangkan indeks harga saham gabungan menguat 4,55% ke posisi 4.430,63 dari 4.237,73.

(Ssr/PS/NV/Ant/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya