Saatnya Eksportir Melepas Dolar

MI
25/8/2015 00:00
Saatnya Eksportir Melepas Dolar
()
UNTUK menyeimbangkan kembali nilai rupiah yang melemah terlalu dalam, Bank Indonesia (BI) meminta para eksportir segera melepas atau menjual mata uang dolar AS (valuta asing) yang mereka miliki.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengakui pelepasan valuta asing milik eksportir banyak membantu pemulihan rupiah yang tidak bisa dilepaskan kaitannya dengan keperluan dunia usaha.

"Rupiah sudah undervalue. Eksportir sudah saatnya melepas valuta asing agar supply and demand seimbang sehingga nilai tukar nggak tertekan. Perlu kerja sama," kata Agus di Gedung DPR, kemarin.

Pada perdagangan kemarin, nilai rupiah ditutup melemah 47 poin menjadi 13.988 per dolar AS jika dibandingkan dengan sebelumnya di posisi 13.941. Namun, pada pembukaan perdagangan rupiah sempat anjlok ke level 14.038 (lihat grafik).

Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia juga menunjukkan pelemahan 172,22 poin, atau 3,97%, menjadi 4.163,72. Kelompok 45 saham unggulan (LQ45) melorot 35,02 poin (4,81%) menjadi 692,20.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics & Finance Enny Sri Hartati menilai rupiah akan terus tergerus hingga September. "Pasar masih menunggu The Fed. Setelah September ada pemulihan di pasar karena tidak ada lagi sentimen besar. Tetapi, pemerintah tetap harus menenangkan pasar agar (rupiah) tidak terus terjun bebas.

"Dirut PT Jababeka Tbk Darmono mengapresiasi kesigapan pemerintah menghadapi pelemahan rupiah tersebut. "Respons Presiden sudah cepat, tinggal bawahannya mengikuti. Kurs yang aman bagi pengusaha sekitar 14.000. Tetapi masyarakat juga harus menahan konsumsi barang impor dengan mengutamakan produk lokal."Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menegaskan belum akan menyesuaikan harga untuk proyek infrastruktur. "Kami berpengalaman, dikurangi volumenya atau di-carry over ke 2016.

"Sementara itu, melemahnya nilai rupiah tidak memengaruhi PT Pelindo II (persero) karena perusahaan memberlakukan tarif kepelabuhanan dalam kurs dolar AS. Sebagaimana diungkapkan Dirut Pelindo II Richard Joost Lino, "Kas Pelindo II tetap kuat dengan jumlah Rp19 triliun yang didominasi dolar AS. Dengan portofolio tersebut, perusahaan belum merasa perlu melaksanakan lindung nilai.(Jes/Arv/Dro/Mus/Bow/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya