BSD City Menjelma Jadi Kota Digital

Dro/E-3
13/9/2016 07:21
BSD City Menjelma Jadi Kota Digital
(MI/Barry Fathahillah)

PENGEMBANG Sinar Mas Land, melalui ikon BSD City, Tangerang, akan menjadikan kawasan BSD City sebagai kota pintar digital terintegrasi (integrated smart digital city) saat dunia bertransformasi ke era digital.

Project Leader Digital Hub Sinarmas Land Irawan Harahap mengatakan pihaknya berencana memperkuat jaringan di BSD sebagai dasar menjadi kota digital. Salah satunya ialah pembangunan infrastruktur fiber optik dengan menggandeng Huawei sebagai vendor.

"Nantinya berbagai provider akan diundang agar menjadi multioperator untuk menggunakan jaringan tersebut dengan BSD menjadi network provider-nya," kata Irawan di sela-sela acara National Gathering Komunitas Autocad Indonesia, di BSD Tangerang, Minggu (11/9).

Menurutnya, pengembangkan integrated smart digital city di BSD bukan hanya dilakukan pada infrastruktur teknologi, melainkan juga melengkapinya dengan berbagai aplikasi ponsel yang terintegrasi dan bisa diakses seluruh masyarakat BSD city.

"Fase pertama membuat beberapa mobile apps yang standar untuk membantu penghuni BSD city. Beberapa yang dapat kita capai ialah yang bersifat standar seperti membayar tagihan atau membeli tiket."

Investasinya, lanjut Irawan, bersifat bertahap.

Mulai tahun ini, perusahaan menganggarkan sekitar Rp100 miliar untuk transformasi ke arah digital.

Namun, pada tahun depan, nilai investasi akan berbeda karena investasi awal jaringan cukup besar.

Sinar Mas Land juga tengah menggarap digital hub, yakni sebuah area untuk perusahaan digital mulai start-up, institusi pendidikan di bidang IT sience, hingga technology leaders. Area itu akan didesain seperti layaknya Silicon Valley di Amerika Serikat.

"Digital hub ini akan didirikan diatas lahan seluas 26 hektare. Kita siapkan infrastrukturnya terlebih dahulu dan juga menyiapkan ekosistemnya terlebih dahulu. Ketika semuanya sudah siap, kita akan umumkan," jelas Irawan.

Sejumlah perusahaan IT telah memastikan diri untuk hadir di digital hub tersebut.

Misalnya saja Huawei, Sales stok, Ev Hive, hingga Origami.

Pembangunan digital hub yang dimulai pada 2017 membutuhkan dana sebesar Rp3 triliun.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya