BUMN Mesti Tingkatkan Efisiensi

MI
09/9/2016 08:40
BUMN Mesti Tingkatkan Efisiensi
(Dirut Bank BTN Maryono (ketiga kiri) menjelaskan program sejuta rumah kepada Wapres Jusuf Kalla (kiri) pada pembukaan Indonesia Business and Development Expo 2016---ANTARA/M Agung Rajasa)

BADAN usaha milik negara (BUMN) mesti menjalankan roda korporasi secara lebih efisien. Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, efisiensi merupakan kunci bagi perusahaan pelat merah untuk memenangi persaingan di tingkat global.

"Saat ini semua pemain global dari seluruh sektor usaha berada di tengah-tengah kita. BUMN mesti menyikapinya dengan meningkatkan efisiensi, menciptakan keterbukaan pengelolaan agar lebih profesional dan berdaya saing," ujar Kalla saat membuka Indonesia Business & Development Expo (IBD Expo) 2016 di JCC, Jakarta, kemarin (Kamis, 8/9).

Kalla menuturkan BUMN ialah agen pembangun dan pelopor pertumbuhan ekonomi. Di saat yang sama, BUMN harus menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat. "Karena itu, BUMN harus menciptakan efisiensi secara menyeluruh. Inti persaingan itu efisiensi. Hanya perusahaan yang mampu melakukan efisiensilah yang akan memenangi persaingan," tegasnya.

Dalam kesempatan sama, Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku kementeriannya memasang target tinggi terhadap kinerja BUMN. Sampai 2019, diharapkan kontribusi BUMN terhadap penerimaan negara mencapai Rp635 triliun.

Rini juga memaparkan sejumlah target lain, yakni dari segi aset yang sampai akhir tahun ditargetkan menjadi Rp5.000 triliun, perolehan total laba sebesar Rp170 triliun, dan dividen Rp37,8 triliun.

"Itu semua di 2019 harus naik. Aset naik menjadi Rp7.000 triliun, laba harus di atas Rp300 triliun, dan dividen paling tidak Rp41 triliun."

Sekretaris Menteri BUMN Imam A Putranto menambahkan naiknya target untuk 2019 otomatis meningkatkan beban BUMN. Namun, menurutnya, dengan kinerja yang semakin baik, target itu niscaya bisa tercapai.

"Kalau kita diberi kompetisi, kita harus jadi lebih baik. Buktikan, dengan MEA, BUMN bukan makin kecil, melainkan makin berkembang," tandasnya.

Sebanyak 118 BUMN dan sejumlah BUMD ikut serta dalam IBD Expo 2016 yang berlangsung 8-10 September 2016. Pameran itu digelar untuk menunjukan perkembangan kinerja, inovasi, dan peran perusahaan milik negara demi menopang pertumbuhan. (Deo/Arv/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya