Sumber Daya Energi Salah Urus

Andhika Prasetyo
08/9/2016 12:39
Sumber Daya Energi Salah Urus
(Antara/Sigid Kurniawan)

KETAHANAN energi merupakan satu hal yang sangat krusial bagi negara berkembang seperti Indonesia. Tidak hanya yang berbentuk minyak dan gas, sumber daya fosil lain seperti batu bara serta energi baru terbarukan pun memegang peranan sama penting.

Namun, sayangnya, selama ini, begitu berlimpahnya sumber daya yang ada masih belum bisa dimanfaatkan secara optimal.

"Ini terjadi karena selama ini ada salah urus sumber daya energi. Banyak peraturan yang tumpang tindih," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dalam Forum Ketahanan Energi Nasional di Jakarta, Kamis (8/9).

Ia mengatakan begitu sulitnya perizinan serta begitu besarnya risiko yang ditanggung ketika melakukan investasi di sektor energi membuat para investor enggan mengembangkan proyek di Indonesia.

"Karena kita sendiri belum siap. Kurangnya investor jelas membuat yang kita punya tidak dapat dimaksimalkan," ucap Luhut.

Luhut mengungkapkan, saat ini, cadangan minyak Tanah Air hanya 3,6 miliar barel, jauh di bawah potensi yang diperkirakan mencapai 100 miliar barel.

"Itu terjadi karena tidak ada yang mau untuk melakukan eksplorasi. Para investor butuh biaya yang besar dan dipaksa menanggung risiko yang tinggi pula," paparnya.

Senada, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menyebutkan situasi bisnis energi di Indonesia, untuk periode ini, memang dirasa menyulitkan para investor.

"Kenapa? Karena setelah mereka berhitung, ternyata risiko dan ketidakpastian yang ada itu begitu besar," ucap Hariyadi.

Ia meminta agar pemerintah segera membenahi sistem kerja sama mulai dari hulunya.

"Kami melihat sekarang tidak ada ruangan bagi para investor untuk melakukan negosiasi," lanjutnya.

Selain itu, konsistensi kebijakan juga sangat diperlukan agar proyek yang dijalankan tidak memiliki risiko terhenti di tengah jalan. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya