Beruntung dan Apes saat Terbang

Theresia Putri/E-3
22/8/2015 00:00
Beruntung dan Apes saat Terbang
(MI/CAKSONO)
TERBANG dengan pesawat memang mampu menghadirkan beragam pengalaman bagi banyak orang, baik pengalaman baik maupun buruk.

Apa yang dialami pemain catur asal Lancashire, Inggris, Nigel Short, mungkin bisa mengundang iri banyak orang.

Meski memesan kabin ekonomi di pesawat Zimbabwe Air, ia justru seakan menaiki jet pribadi dalam penerbangan dari Johannesburg menuju perbatasan Zimbabwe dan Zambia untuk menyaksikan keindahan air terjun Victoria.

Pria berusia 50 tahun ini menuturkan pada MailOnline Travel, ia menyadari penerbangan UM304 itu kosong saat di bandara.

"Ketika saya pergi ke meja check in, di sana ada tiga petugas. Seorang petugas perempuan mengingatkan saya untuk tidak terlambat karena hanya akan ada empat penumpang dalam penerbangan itu," kata Short, dilansir Dailymail Selasa (18/8).

Setibanya di pintu keberangkatan, Short sempat merasa tidak nyaman hanya berdiri seorang diri.

"Akhirnya ada petugas datang dan saya masuk ke pesawat. Para petugas memberi tahu kalau saya ialah satu-satunya penumpang," ujarnya.

Short sangat heran penerbangan berdurasi hampir dua jam tersebut tidak ditunda, mengingat hanya ada satu penumpang.

Ia juga takjub bagaimana perusahaan penerbangan meraih untung dari perjalanan tersebut.

Sebaliknya, pengalaman buruk justru dialami Noel O'Hare saat terbang dengan maskapai Ryanair.

Berharap dapat menikmati perjalanan pulang dari London menuju Dublin, ia justru dipaksa duduk dekat bekas muntahan penumpang dari penerbangan sebelumnya yang hanya ditutup beberapa lembar tisu.

Menurut pelajar 24 tahun ini, ia menahan bau selama 90 menit karena pramugara mengatakan kotoran itu tidak akan dibersihkan hingga pesawat Boeing 737-800 itu tiba di Dublin.

"Saya sangat tidak nyaman. Selama penerbangan seluruh perhatian saya teralihkan pada muntahan itu. Saya ingin Ryanair melakukan perbaikan dan memastikan hal ini tidak terulang," kisah Noel, Selasa (18/8).

Maskapai Ryanair baru menyampaikan permintaan maaf setelah Noel mengunggah foto yang menunjukkan 'kekacauan' tersebut disertai tulisan: '@Ryanair penerbangan FR113, duduk dekat dengan bekas muntahan selama 1.5 jam, dan diberi tahu bahwa itu TIDAK akan dibersihkan' dengan tagar #menjijikkan.

Pihak Ryanair menghubungi Noel dan menyampaikan permintaan maaf.

Juru bicara Ryanair menyatakan pada MailOnline Travel, mereka meminta maaf atas insiden itu.

Mereka berdalih kekurangan tenaga kebersihan dan tidak ingin penerbangan tertunda.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya