RI Undang Taiwan Berinvestasi di Maritim

07/9/2016 08:00
RI Undang Taiwan Berinvestasi di Maritim
(Ilustrasi)

KERJA sama Indonesia-Taiwan di bidang maritim belum tergarap dengan optimal. Indonesia pun mengundang Taiwan untuk masuk ke investasi di sektor maritim guna mendukung program pemerintah mewujudkan mimpi menjadi poros maritim dunia.

Direktur Perencanaan Industri Agrobisnis dan Sumber Daya Alam Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Hanung Harimba Rachman mengatakan potensi investasi di bidang maritim Indonesia mencapai US$1,2 triliun. Namun, potensi itu belum terealisasi.

Selama ini, kata Hanung, Taiwan hanya berfokus pada investasi di bidang percetakan, kertas, logam, dan sumber daya mineral. Pada semester I 2016, realisasi investasi Taiwan di bidang percetakan dan kertas mencapai US$816 juta. Sementara itu, investasi di bidang logam dan sumber daya mineral mencapai US$400 juta.

"Kalau maritim masih sangat kecil. Padahal, kita sudah menjalin kerja sama dengan Taiwan cukup lama. Dan kerja sama di bidang itu sangat penting untuk memperlancar perdagangan antarkedua negara," kata Hanung dalam seminar Prospect on Maritime Governance and Coorporation Between Indonesia and Taiwan di Jakarta, Selasa (6/9).

Ia berharap Taiwan bisa membantu pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam membangun 3.500 galangan kapal.

Kepala Perwakilan Indonesia Taipei Economic and Trade Office (TETO) Liang-Jen Chang mengakui, seharusnya Indonesia-Taiwan bekerja sama di bidang maritim untuk meningkatkan perdagangan kedua negara, apalagi Presiden Joko Widodo fokus pada pembangunan industri maritim.

"Pak Jokowi sejak dulu selalu ingin ada interkoneksi di lautan. Taiwan ingin terlibat di dalamnya karena kita ingin memperluas bidang kerja sama dengan Indonesia. Kita akan eksplorasi bagaimana kerja sama di bidang ini. (Jes/*/E-3 )



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya