Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KETAHANAN rupiah benar-benar diuji. Sentimen negatif dari devaluasi yuan, menurunnya data manufaktur Tiongkok, serta menggantungnya proyeksi The Fed akan menaikkan suku bunga telah memukul rupiah.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, kemarin sore, melemah 31 poin menjadi 13.916 jika dibandingkan dengan posisi sebelumnya di posisi 13.885 per dolar AS.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyimpulkan nilai tukar rupiah saat ini sudah di luar nalar.
"Kondisi sekarang tidak rasional. Yang terjadi sekarang tidak mencerminkan fundamen dan lebih berdasarkan pada sentimen berlebihan," katanya saat ditemui di Jakarta, kemarin.
Bambang melihat sentimen negatif itu dipicu ketidakpastian kondisi perekonomian global menyusul keputusan Tiongkok mendevaluasi yuan untuk meningkatkan produktivitas ekspornya, tetapi data manufaktur Tiongkok belum menunjukkan kenaikan.
Selain pada rupiah, imbas sentimen negatif itu juga terjadi di lantai bursa. Pada penutupan kemarin, IHSG terkoreksi sangat dalam sebanyak 105.958, atau 2,385%, di level 4.335.953. Angka tersebut merupakan titik terendahnya dalam enam bulan. Padahal, awal bulan lalu IHSG masih menembus level 5.500.
Amerika Serikat mengalami hal serupa. Harga saham di 'Negeri Paman Sam' turut anjlok sebagai reaksi kepanikan pasar yang diikuti aksi irasional.
"Harga saham di AS saja jatuh. Semua bursa kena karena tidak rasional. Dunia ini sedang tidak ada jalan keluar untuk bisa segera memulihkan kondisi perekonomian," jelasnya.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara memastikan pihaknya masih terus memantau dan melakukan intervensi bila diperlukan. Namun, ia mengingatkan pelemahan rupiah mesti dibandingkan dengan negara lain yang memiliki mata uang jauh lebih terdepresiasi.
"Dari risiko pasar belum terlihat membuat kita lebih alert, tapi tetap akan dijaga ke fundamen," ujar Tirta.
Ekonom dari Bank Negara Indonesia (BNI) Ryan Kiryanto berpendapat saat ini yang paling diperlukan ialah stimulus dari kebijakan moneter, fiskal, dan perbankan yang lebih probisnis.
Apalagi, kunci pergerakan ekonomi hanya datang dari serapan belanja modal pemerintah, terutama daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved