Tim Khusus Daging Sapi Didesain untuk Permanen

Wan/X-3
22/8/2015 00:00
Tim Khusus Daging Sapi Didesain untuk Permanen
Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian(MI/PANCA SYURKANI)

KEKISRUHAN di seputar stok daging sapi yang mengakibatkan melambungnya harga membuat Kementerian Pertanian membentuk tim khusus. Tim itu akan dibentuk pekan depan dan ditargetkan dapat menyelesaikan masalah untuk jangka panjang.

"Tim ini akan jalan terus. Bukan setelah enggak ada masalah lalu bubar. Bahkan, sesekali nanti kita ngopi bareng," jelas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman seusai menggelar pertemuan dengan Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, kemarin.

Selain itu, Amran menambahkan, jangkauan tim tersebut akan lebih luas, yakni membahas permasalahan sapi di seluruh Indonesia. Tim diisi personel dari Kementerian Pertanian, Kemendag, dan asosiasi feedloter.

Direktur Eksekutif Apfindo Johny Liano menyambut baik pembentukan tim itu. Tim tersebut, lanjut Johny, akan berfungsi menjaga stabilitas produksi dan harga daging sapi di Indonesia. Hal itu termasuk dari sisi kuota impor yang optimal, suplai dan permintaan, juga regulasi.

"Tadi Pak Menteri mengharapkan tim ini juga melihat ada atau enggak peraturan-peraturan yang menghambat, khususnya bagi industri feedlot," ujar Johny.

Selain membahas tim, pertemuan itu memantapkan kesepakatan harga daging sapi dari feedloter yang sudah dicapai pekan lalu, Rp38 ribu per kg. Jadi, harga daging sapi di pasar tidak lebih dari Rp100 ribu/kg.

Johny menyebutkan para feedloter sebenarnya rugi dengan keputusan harga dari Kementan tersebut. Menurut dia, harga Rp38 ribu/kg itu di bawah titik impas.

"Namun, sekarang kita ingin mendukung Pak Menteri dulu untuk menstabilkan harga. Ya, kita siap rugilah."

Saat ditanya berapa harga yang seharusnya dari feedloter, Johny hanya berujar, "Ini kita mau hitung, berapa sih idealnya."

Namun, Direktur Pengadaan Bulog Wahyu menyatakan pihaknya tetap mendapat untung dengan menjual daging di kisaran Rp36 ribu/kg.

Menurut hitung-hitungan Bulog, jika menginginkan harga di pasaran di bawah Rp100 ribu/kg, harga di feedloter memang harus Rp38 ribu.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya