Pajak Impor Sapi Dimanipulasi

Budi Ernanto
21/8/2015 00:00
Pajak Impor Sapi Dimanipulasi
Thomas Lembong, Menteri Perdagangan(ANTARA/Muhammad Adimaja)

PENYIDIK Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengendus indikasi tindak pidana permainan pajak impor sapi. Terlebih setelah didapati surat yang berasal dari Asosiasi Pengusaha Pemotongan Hewan Indonesia yang mengimbau agar kegiatan operasional rumah pemotongan hewan diliburkan selama empat hari sejak 8 Agustus.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Brigjen Victor Edison Simanjuntak mengatakan permainan pajak dilakukan dengan cara mengubah jenis barang yang diimpor.

"Jika ada yang mengimpor sapi, 50% ditulis sebagai jeroan. Dengan begitu, pajak yang harus dibayarkan bisa diturunkan dan menyebabkan berkurangnya penerimaan negara," kata Victor di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, penyidik tengah menganalisis data realisasi impor yang diberikan oleh Bea dan Cukai serta Kementerian Keuangan.

Jika ditemukan ada penyelewengan, Victor mengatakan pihaknya bisa mengenakan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Soal surat asosiasi, Victor menduga itu sebagai bentuk tekanan kepada pemerintah agar membuat kebijakan angka impor yang tetap setiap tahunnya.

"Surat itu mengakibatkan penimbunan, dugaannya agar nanti bisa impor sapi lagi. Ini kuota sampai Desember saja belum habis, malah minta impor lagi. Nanti akan dicek apakah jika impor, pajaknya benar," jelasnya.

Pada bagian lain, Victor mengungkapkan akan menggelar perkara kasus dugaan penimbunan sapi yang dilakukan dua perusahaan penggemukan sapi di Tangerang, Banten.

"Senin (24/8) kita gelar perkara," katanya.

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sekitar 16 saksi untuk dimintai keterangan dalam kasus tersebut.

"Hari ini (kemarin) kita periksa tiga orang. Semuanya sudah 16 saksi," tambah Victor.

Dari Klaten, Jawa Tengah, dilaporkan, pedagang mendesak pemerintah mengendalikan harga ternak sapi. Pedagang daging sapi di Pasar Induk Klaten, Sukarjo, 57, mengatakan harga daging sapi belum akan turun jika harga sapi masih mahal.

"Harga sapi kecil sekarang mencapai Rp15 juta per ekor. Jika harga sapi bisa dikendalikan, harga daging otomatis akan turun," ujarnya.

Harga daging sapi asal rumah pemotongan hewan (RPH) Klaten masih bertengger Rp120 ribu/kg.

Berbeda dengan di Jawa Timur, harga daging sapi cenderung stabil, bahkan kemarin turun. Di Pasar Wonokromo Surabaya, harga daging sapi kualitas bagus Rp96.900/kg, padahal sebelumnya Rp98.000/kg.

Bahas pangan

Presiden Joko Widodo mengundang sejumlah menteri untuk membahas gejolak harga pangan, terutama daging sapi dan ayam, di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

"Kami cukup yakin, 1, 2, 3 bulan ini (harga daging) reda," kata Menteri Perdagangan Thomas Lembong, seusai rapat.

Terkait dengan gejolak harga daging ayam, mulai kemarin sampai Minggu (23/8), pedagang daging ayam di Bandung, Jawa Barat, mogok.

"Sudah risiko kesepakatan, ya mau gimana lagi," tutur Aep, 40, pedagang ayam di Pasar Kosambi, Bandung.

Sebelumnya, harga daging ayam di Bandung Rp35 ribu/kg, dan kini Rp40 ribu/kg.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan fluktuasi harga daging ayam diakibatkan libur panjang Lebaran. Hal itu menyebabkan kurangnya pemeliharaan ayam sehingga pasokan berkurang.

(WAN/AM/JS/DG/X-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya