Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
LIMBAH makanan telah mencapai proporsi yang mengkhawatirkan, baik di negara maju maupun berkembang. Aksi tiap individu akan berdampak besar pada skala global.
Artikel Waste not, Want not, Emit Less, yang dilansir situs Science Daily, menyoroti sepertiga makanan di dunia terbuang. Sisa makanan tersebut memiliki implikasi lingkungan yang serius dengan kontribusi langsung terhadap pemanasan global.
Karbon yang dihasilkan tidak terserap dalam produksi makanan, sedangkan pembuangan dan dekomposisi di tempat pembuangan sampah menimbulkan dampak negatif tambahan bagi lingkungan. Kita, baik secara individu ataupun masyarakat, bisa berbuat sesuatu untuk limbah makanan itu.
"Kira-kira kita tahu apa penyebab limbah makanan. Langkah berikutnya ialah bertindak. Diperlukan juga penelitian untuk mengidentifikasi tindakan yang paling efektif bagi para pembuat kebijakan," ujar Aschemann-Witzel, peneliti Aarhus BSS' MAPP Centre, yang meriset penciptaan nilai di sektor makanan.
Sampah atau limbah sisa makanan memiliki penyebab yang berbeda di berbagai belahan dunia. Di negara-negara yang relatif miskin, limbah makanan berasal dari tahap produksi makanan.
Sebaliknya, di negera-negara maju, faktor hilir lebih berperan. Di negara maju, 30% dari pangan rumah tangga berakhir di tempat sampah. Namun, di waktu yang sama, anggapan membuang makanan ialah tindakan yang salah mulai meluas.
"Fakta bahwa konsumen dan pemangku kepentingan sama-sama beranggapan bahwa membuang makanan sebagai tindakan yang tidak etis dapat menjadi titik awal yang baik untuk konsumen individu agar terlibat dalam keberlanjutan lingkungan," demikian argumen Aschemann-Witzel.
Negara maju tidak mempunyai solusi instan untuk menyelesaikan masalah limbah makanan. Akan tetapi, berbagai langkah praktis layak dilakukan di tingkat mikro, untuk memastikan keberlanjutan yang lebih besar. Misalnya, Anda bisa mengecek lemari es sebelum berbelanja. Hal kecil itu dapat berdampak besar.
Pemerintah dapat berkontribusi dengan mengubah atau memperketat undang-undang keamanan pangan. Produsen juga bisa mengenalkan solusi kemasan inovatif yang memungkinkan konsumen mengambil sebagian makanan mereka dan membiarkan sisanya tetap segar (untuk dikonsumsi selanjutnya). Perubahan yang dirancang untuk negara maju cenderung berdampak lebih besar di masa depan.
Namun, di Brasil, India dan Tiongkok, masalah limbah makanan justru mulai bergeser seperti di negara maju karena volume limbah makanan bergeser ke tahap konsumsi. "Setiap konsumen perlu berkontribusi baik untuk masalah limbah dan juga solusinya." (Try/E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved