Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perdagangan menyatakan sudah hampir menyepakati harga acuan beras di tingkat konsumen. Harga itu akan menjadi acuan untuk menentukan harga eceran tertinggi (HET) beras di pasaran.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan harga acuan beras yang diajukan sebesar Rp9.500/kg. Artinya, HET akan berada di kisaran harga acuan tersebut. Namun, dia mengaku masih ada pihak yang belum sepakat dengan nilai tersebut.
Menurutnya, penentuan HET bertujuan menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasaran. Ia menegaskan, pedagang di pasar nantinya tidak boleh menjual beras dengan harga di atas HET. Adapun harga minimal beras di pasaran akan mengacu pada harga pembelian pemerintah (HPP) beras, yakni Rp7.300/kg, sesuai Inpres No 5/2015.
"Setelah tidak ada keberatan mengenai harga itu, baru kita keluarkan. Yang pasti beras saja dulu Rp7.300 per kg HPP-nya. Yang lain nanti," ujar Enggar saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
Di kesempatan yang sama, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan mengatakan harga acuan Rp9.500/kg merupakan harga acuan beras medium. Ia juga membenarkan harga tersebut masih dibahas dan dikonsultasikan ke Kementerian Koordinator Perekonomian.
Pihaknya baru akan mengeluarkan permendag terkait dengan HPP dan HET barang kebutuhan pokok bila sudah disepakati Menko Perekonomian. "Supaya kita jangan bertentangan satu sama yang lain," imbuhnya.
Di lain hal, terkait dengan impor sapi, Oke menyatakan 25 dari sekitar 40 importir sapi bakalan sudah mengajukan proposal impor. Pengajuan proposal itu sudah berisi rencana pembibitan (breeding) yang akan dilakukan importir.
"Tapi kita belum akan berikan izin karena kita masih akan hitung rasio antara jumlah sapi bakalan yang diimpor dan sapi indukan untuk breeding."
Sebelumnya, Kementerian Pertanian mengusulkan rasio dengan komposisi 80% sapi bakalan impor dan 20% sapi indukan dari total impor. Untuk periode Oktober-Desember 2016, izin impor sapi bakalan yang akan diberikan pemerintah berjumlah 150 ribu ekor.(Jes/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved