Semen Indonesia Lonjakkan Ekspor

Wibowo
18/8/2015 00:00
Semen Indonesia Lonjakkan Ekspor
(ANTARA/Muhammad Adimaja)
BUMN produsen semen, PT Semen Indonesia (persero) Tbk, melonjakkan volume ekspor pada tahun ini hingga 600%. Strategi itu dilakukan untuk tetap menumbuhkan pendapatan di tengah penurunan penjualan di dalam negeri.

Direktur Utama Semen Indonesia Suparni menegaskan hal tersebut. Ia menyebutkan peningkatan ekspor tertinggi pada tujuan Filipina. Penjualan semen dari bisnis internasional itu pada 'Negeri Ferdinand Marcos' naik menjadi 35 ribu ton per bulan.

Kemudian, peningkatan penjualan juga terjadi di Singapura sebesar 100% ketimbang tahun sebelumnya. Realisasi serapan semen dari perseroan di 'Negeri Singa' sebesar 20 ribu ton tiap bulannya.

"Ekspor semen ini dilakukan melalui anak usaha (Semen Indonesia), yakni Thang Long Cement Company," sebut Suparni di Padang, Sumatra Barat, kemarin.

Selain itu, perseroan berkode emiten SMGR tersebut mendorong ekspor ke negara-negara Asia Selatan seperti Sri Lanka dan Bangladesh sebesar 70 ribu ton per bulan. Namun, semen yang dikirimkan merupakan hasil produksi dari anak usaha lainnya, yakni PT Semen Padang.

"Ekspor merupakan strategi dari Semen Indonesia mengantisipasi turunnya penjualan domestik. Perseroan kan tetap menargetkan produksi semen tahun ini sebesar 30 juta ton," tutur dia.

Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia, konsumsi semen pada semester I tahun ini di Indonesia sebanyak 27,71 juta ton, turun 4,3%.

Suparni menambahkan, perseroan tengah memperbaiki struktur produksi. Langkah itu dilakukan guna mengurangi tekanan pelemahan rupiah terhadap dolar AS. "Pembelian spare part dengan dolar AS pun kita minimumkan."

Akuisisi pabrik
Untuk memperkuat bisnis mancanegaranya, anak usaha SMGR, yakni PT Semen Padang (persero), tengah mengkaji akuisisi pabrik penggilingan semen (grinding plant) di Bangladesh. Aksi korporasi itu akan diputuskan pada tahun ini melalui persetujuan pemegang saham. "Sekarang masih dalam tahap studi kelayakan," kata Direktur Produksi Semen Padang Agus Boing Nurbiantoro.

Ia mengatakan perseroan telah menyiapkan dana Rp250 miliar untuk menjadi pemegang saham mayoritas di pabrik penggilingan semen yang berkapasitas 1,5 juta per tahun.

Rampungnya akuisisi akan membantu Semen Padang untuk meningkatkan penjualan produk mereka ke Bangladesh. Saat ini ekspor ke Bangladesh hanya 60 ribu per tahun. Jumlah itu akan meningkat hingga 1 juta setelah akuisisi pabrik penggilingan tersebut rampung.

Seiring dengan rencana penambahan volume produksi itu, Semen Padang akan memperluas pasar ekspor seperti Myanmar, Afrika Selatan, dan Maladewa. Hanya, Agus masih membutuhkan waktu untuk penyiapan infrastruktur pengiriman produk. "Mereka (konsumen) ingin terima produk di tempat. Jadi, kita harus sediakan kapal untuk mengangkut," ujarnya.

Tahun ini Semen Padang menargetkan produksi semen sebanyak 6,7 juta ton melalui produk semen tipe standar dan semen tipe V. Harga jual produk semen tipe V sebesar US$100 per ton dan tipe standar senilai US$70 per ton.

Sementara itu, kapasitas terpasang 5,4 juta ton dan akan meningkat setelah pabrik Indarung VI yang berkapasitas 3 juta ton beroperasi pada akhir 2016. "Sekarang progres pembangunan pabrik Indarung VI di atas 40%," ucapnya.

Semen Padang juga berencana membangun pabrik pengemasan (packing plant) berkapasitas 300 ribu ton per tahun di Bengkulu. Pemancangan tiang pertama (<>groundbreaking) ditargetkan pada akhir 2015. (E-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya