Giliran Harga Cabai Melonjak

Nuriman Jayabuana
16/8/2015 00:00
Giliran Harga Cabai Melonjak
Pedagang menata cabai merah dagangannya di salah satu pasar di Jakarta.(ANTARA/Muhammad Adimaja)

SETELAH harga daging, kini giliran harga cabai berangsur naik. Kenaikan harga itu bahkan mencapai dua kali lipat. Hal tersebut diakui Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti.

Pihaknya mengamati belakangan ini harga cabai rawit di pasar tradisional melonjak hingga mencapai Rp60 ribu/kg. Padahal, harga jual komoditas tersebut biasanya berada pada kisaran Rp30 ribu/kg.

"Untuk itu kami lakukan operasi pasar agar harga cabai tetap terkontrol dan tidak merugikan konsumen dan pedagang," kata Djarot, kemarin, di sela operasi pasar gabungan Kementerian Pertanian dan Bulog di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Bulog juga menggelar operasi pasar di sejumlah pasar lain seperti Pasar Kebayoran Lama, Pasar Tanah Tinggi, Tangerang, dan Pasar Klender.

"Kami cari titik-titik yang mengalami kenaikan harga," ujar Djarot.

Djarot mengatakan pada operasi pasar kali ini pihaknya mengerahkan 4 ton cabai rawit, baik rawit merah maupun hijau.

Direktur Komersial Perum Bulog Fadzri Sentosa mengatakan cabai untuk operasi pasar didatangkan langsung dari hasil panen petani asal Blora dan Magelang, Jawa Tengah.

Pada operasi pasar kali ini, Bulog menjual cabai rawit hijau dengan harga Rp20 ribu/kg, sedangkan cabai rawit merah dijual seharga Rp40 ribu/kg.

Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono Kamino pada kesempatan yang sama menyampaikan kenaikan harga cabai merupakan dampak dari kekeringan. Pasokan petani menurun.

"Operasi pasar ini akan terus berlangsung sampai harga cabai rawit di pasaran kembali normal," imbuh Spudnik.

Sapuan gelombang El Nino yang menyebabkan kekeringan, menurut Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya, berpotensi menguat dari kondisi moderat.

BMKG terus melakukan pemantauan sedikitnya tiap 10 hari.

"Tetapi sebenarnya masih belum jelas apakah kekeringan yang sedang dialami ini akibat dari El Nino atau kondisi musim kemarau yang memang sedang di puncaknya," ungkap Andi ketika dihubungi kemarin

Inspeksi mendadak

Demi mengendalikan harga daging, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, kemarin menyatakan telah menegur sejumlah feedloter (pengusaha penggemukan sapi) yang terindikasi menahan stok sapi potong.

Mereka terancam dikenai sanksi tegas berupa pencabutan rekomendasi izin impor dari Kementerian Pertamian.

Amran menegaskan inspeksi mendadak masih akan berlanjut ke berbagai perusahaan penggemukan yang diduga menahan stok.

Pemerintah, melalui Bulog, pun memastikan kebutuhan daging sapi terpenuhi dengan harga sekitar Rp90 ribu/kg.

Kelangkaan disertai harga daging sapi yang menembus Rp130 ribu/kg ditemukan di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.

Dengan operasi pasar ditambah inspeksi mendadak ke feedlot, harga daging mulai turun.

Ucup, pedagang sapi di Tasikmalaya, Jawa Barat, mengungkapkan harga daging sapi turun bertahap, dari mulai harga Rp135 ribu dan kini Rp110 ribu/kg.

"Mudah-mudahan harganya bisa normal lagi. Apalagi nanti akan menghadapi Idul Adha, penjualan daging mungkin kembali ke harga semula."

(Ric/AD/ST/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya