Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Mandiri (persero) Tbk berencana menerbitkan produk investasi berupa Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) sekitar Rp500 miliar hingga Rp1 triliun pada 2017 mendatang.
"Setelah bekerja sama dengan PT Sarana Multigriya Infrastruktur (SMF) untuk menerbitkan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP), kita juga berencana membuat KIK-EBA," ujar Direktur Finance and Treasury BMRI Pahala N Mansury di Jakarta, kemarin.
Ia mengatakan rencana itu dilakukan seiring dengan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) yang relatif rendah yang nantinya akan membuat investor akan melirik produk surat berharga sekuritisasi.
"Penerbitan produk itu lebih ke timing, BI rate sudah turun. Appetite investor menjadi lebih baik, likuiditas surat berharga cukup tinggi."
KIK-EBA merupakan unit penyertaan kontrak investasi kolektif yang portofolionya terdiri atas aset keuangan berupa tagihan, seperti surat berharga komersial, sewa guna usaha, perjanjian jual beli bersyarat, perjanjian pinjaman cicilan, tagihan kartu kredit, pemberian kredit, termasuk kredit pemilikan rumah atau apartemen.
Hingga Maret 2016, Bank Mandiri memiliki portofolio tagihan KPR sekitar Rp27 triliun.
"Kita mempunyai portofolio KPR kurang lebih senilai Rp27 triliun. Jadi, kalau Bank Mandiri masih akan menerbitkan KIK-EBA lagi, nantinya cukup terbuka karena portofolio KPR kita masih cukup banyak."
Resmi dicatatkan
Sebagai bentuk diversifikasi sumber pendanaan untuk memperoleh sumber dana yang bersifat jangka panjang, Bank Mandiri bekerja sama dengan SMF resmi mencatatkan penerbitan instrumen EBA-SP di Pasar Modal.
Menurut Pahala, pencatatan EBA-SP dengan nama SMF-BMRI 01 itu instrumen EBA-SP pertama yang dimiliki perusahaan dan hasil kerja sama sekuritisasi aset senilai Rp500 miliar.
"Melalui instrumen ini, kami juga berperan aktif mendukung program satu juta rumah dari pemerintah, dengan memberikan alternatif pembiayaan rumah di tengah ketatnya likuiditas perbankan," tutur Pahala.
Ada dua tenor untuk instrumen ini, yakni tenor tiga tahun dengan nilai Rp100 miliar, dan tingkat bunga 8,6%, serta tenor lima tahun, dengan nilai Rp370 miliar dan tingkat bunga 9,1%.
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menambahkan penerbitan EBA-SP ini merupakan upayanya dalam menciptakan market widening di pasar modal dan memperkuat pasar keuangan.
EBA-SP sebagai diversifikasi investasi bagi pemodal menyediakan dana jangka panjang untuk para penyalur KPR dan solusi dari maturity mismatch.
"Diharapkan, investor makin yakin dengan instrumen ini, sebab penerbitnya dua BUMN."
(Ant/E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved