Istimewa karena Ada Darmin

Fat/X-9
14/8/2015 00:00
Istimewa karena Ada Darmin
Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution memberikan sambutan seusai melaksanakan serah terima jabatan di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta.(ANTARA/Sigid Kurniawan)

SEHARI setelah resmi menjabat menteri koordinator bidang perekonomian, Darmin Nasution menghadiri Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK). Inilah kali pertama forum tersebut dihadiri menko perekonomian.

Darmin duduk berdampingan dengan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, dan Ketua Dewan Komisioner LPS Heru Budiargo.

Forum yang diketuai Menkeu Bambang Brodjonegoro itu sengaja melibatkan Darmin untuk membahas situasi sistem keuangan dengan dikaitkan pada program pemerintah.

"Momen kali ini jadi istimewa karena kehadiran Pak Darmin. Itu menunjukkan komitmen beliau pada kondisi ekonomi nasional," kata Bambang.

Darmin mengaku dirinya hadir atas undangan forum. Eksistensi Darmin amat dibutuhkan mengingat ia lebih senior di dunia keuangan ketimbang keempat junior itu.

Jika ditilik ke belakang, tatkala Darmin menjabat Dirjen Pajak pada 2006-2009, Bambang masih meniti karier sebagai anggota Tim Ahli Menkeu untuk Desentralisasi Fiskal sebelum akhirnya menjabat Ketua Badan Kebijakan Fiskal Januari 2011.

Darmin juga merupakan Gubernur BI periode 2010-2013, sebelum digantikan Agus Martowardojo. Bukan hanya di fiskal dan perbankan, Darmin juga pernah menduduki posisi puncak di sektor jasa keuangan pada 2005-2006.

Kala itu OJK belum berdiri dan masih bernama Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dan Lembaga Keuangan. Di tengah para juniornya, Darmin tampak dihormati, tetapi ia tidak berjarak. Ia menilai langkah FKSSK melibatkan dirinya sebagai tindakan bagus.

"Saya diundang dalam rapat FKSSK. Itu saya kira langkah bagus untuk mempererat," katanya.

Tentu kehadiran Menko Perekonomian dalam forum sistem keuangan akan memberi warna baru. Forum itu lebih banyak membahas sektor riil yang memiliki keterkaitan dengan sistem keuangan.

"Pasti perbankan juga hadapi sektor riil kalau hadapi kredit, dengan diskusi dibahas lebih banyak lagi," terang begawan sunset policy tersebut.

Persoalan yang juga dibahas ialah turunnya harga komoditas yang juga berpengaruh pada volatilitas perbankan.

"Kira-kira gambarannya jadi begini, Anda tahu kan bahwa harga komoditas itu sejak dua tahun lalu turun. Apa hubungannya dengan stabilitas sektor keuangan? Yang paling erat kalau harganya jatuh, kualitas kredit mereka juga bisa bermasalah di bank, itu pengaruhi stabilitas sistem keuangan."

Darmin berpendapat sektor riil memiliki hubungan timbal balik yang erat dengan sektor keuangan. Dirinya pun menyambut kerja sama yang lebih intensif antara Kemenko Perekonomian dan FKSSK.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya