PT PP Bangun Apartemen Murah di Jabodetabek

(Mus/S-2)
26/8/2016 04:20
PT PP Bangun Apartemen Murah di Jabodetabek
(Istimewa)

PT Pembangan Perumahan (PTPP) Tbk, melalui anak usahanya PT PP Properti (PPRO) akan membangun tiga apartemen untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan Jabodetabek. Apartemen tersebut memiliki harga di kisaran Rp200 jutaan per unit. Direktur Utama PTPP Tumiyana seusai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Jakarta, pada Selasa (23/8), mengatakan harga apartemen MBR yang sedang dibangun sama dengan apartemen MBR yang dibangun PPRO di Gunung Putri, Bogor. Namun, Tumiyana masih enggan menjelaskan lebih rinci lokasi apartemen MBR yang sedang dibangun tersebut.

"Kita tidak bisa kasih tahu lokasi persisnya, tiga blok besar ada di Jabodetabek," ujarnya. Nilai investasi yang dialokasikan PT PP untuk ketiga apartemen tersebut berasal dari penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp500 miliar dari total PMN untuk PTPP sebesar Rp2,25 triliun. "Kami anggarkan Rp500 miliar untuk PP Properti dalam membangun hunian MBR yang digunakan salah satunya untuk membangun di Gunung Putri. Tower I Gunung Putri sudah selesai, satu tower lagi 70%. Serah terima tower pertama pertengahan 2017, tower dua enam bulan setelahnya," urainya.

Pada RUPSLB tersebut disetujui peningkatan modal disetor melalui penawaran umum terbatas I (PUT I), dengan penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan target dana yang dapat dihimpun sebesar Rp2,16 triliun.

Dalam aksi korporasi, PTPP menawarkan sebanyak-banyaknya 1,77 miliar saham biasa seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham. Dana yang diperoleh dari hasil aksi korporasi tersebut sebesar Rp4,41 triliun. Dana tersebut, kata Tumiyana, akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja dan mempercepat program infrastruktur nasional, antara lain pengembangan kawasan industri, kawasan pelabuhan dan pembangunan pelabuhan, pembangunan jalan tol, pembangkit listrik, pembangunan apartemen, dan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Penambahan modal ini akan berasal dari pemerintah melalui penyertaan modal negara (PMN) 2016 senilai Rp2,25 triliun dan dana publik melalui mekanisme rights issue sebesar Rp2,16 triliun. Setelah pelaksanaan PUT I, kepemilikan saham pemerintah di PP tetap sebesar 51% dengan porsi publik tetap sebesar 49%. Dalam aksi korporasi tersebut, PTPP menggandeng Danareksa, Mandiri Sekuritas, dan Bahana Sekuritas sebagai joint standby buyer.

Danareksa Sekuritas sebagai joint lead atas transaksi rights issue tersebut. Dalam RUPSLB dilaporkan, PTPP berhasil membukukan pendapatan usaha kuartal II/2016 naik menjadi Rp6,47 triliun atau 24% dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,22 triliun. "Perolehan pendapatan itu berpengaruh positif terhadap kenaikan laba bersih tengah tahun menjadi Rp410 miliar atau naik 95,24% dibanding periode sama tahun sebelumnya, yaitu Rp210 miliar."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya