Menjadi Perusahaan Modern Berkelas Dunia

(Hym/S-25)
14/8/2015 00:00
Menjadi Perusahaan Modern Berkelas Dunia
(FOTO-FOTO: DOK PT JIEP)
SETELAH dilantik Presiden Soekarno pada 1966, Gubernur Jakarta Ali Sadikin melakukan berbagai gebrakan membenahi Ibu Kota. Sejumlah fasilitas kota metropolitan bermunculan, termasuk di sektor industri. Salah satu yang paling berpengaruh ialah peresmian Proyek Industrial Estate Pulogadung pada 6 April 1969. Kawasan itu mengadopsi konsep dari negara-negara Barat
sejak 1876, seperti kawasan industri pertama di dunia, Trafford Park Estates di Manchester City. Pada tanggal 26 Juni 1973, Ali Sadikin meresmikan berdirinya PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) sebagai pengelola Kawasan Industri Pulogadung (KIP), yang merupakan kawasan industri pertama di Indonesia dengan luas sekitar 500 hektare (Ha). Perusahaan
ini dimiliki oleh 50% Negara RI dan 50% Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Pembangunan industri awaltahun 1970an dianggap penting guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja. Periode 1975-1980 menjadi era industri berat dan logam. Sedangkan era 1980an sampai awal 1990an, industri tekstil, garmen, dan alas kaki mulai mendominasi dengan fokus padat karya. KIP kala itu mempunyai karakteristik Kawasan Industri Generasi I dengan desain bangunan sederhana dan didominasi industri-industri logam dan berat. Namun, pemilihan lokasi Kawasan Pulogadung telah memperhitungkan konektifi tas dengan infrastruktur utama, seperti rel kereta api, jalan raya, pelabuhan laut, dan udara guna memperlancar distribusi barang dan jasa antara produsen dan pasar.

Sesuai dengan tujuan pendiriannya, keunggulan KIP ialah kemampuan menarik investasi modal asing. Pasalnya sekitar 30% perusahaan di KIP berasal dari mancanegara, seperti Jepang, Australia, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Korea. Di samping industri "tua", seperti logam berat, usaha farmasi menjadi industri utama di KIP. Walaupun terletak di Jakarta yang padat,  IP memiliki ruang terbuka hijau dan hutan kota sekitar 13 Ha dengan pohon-pohon yang besar. Dengan meningkatnya arus investasi di Indonesia, baik dari dalam dan luar negeri, Pemerintah melalui Keppres No. 53 tanggal 27 Oktober tahun 1989, mengizinkan  usaha kawasan industri dikembangkan pihak swasta. Baik kawasankawasan industri swasta dibangun maupun kawasan industri milik negara di Sumatra, Sulawesi, Lampung, Jawa Timur, dan Jawa Tengah dibangun dengan mengadopsi konsep  kawasan industri Generasi III. Sayangnya karena terlena, KIP masih berkarakter kawasan industri Generasi I hingga awal abad 21. Sedangkan perkembangan kawasan industri di dunia sangat pesat. Bahkan pada pertengahan 1990an Generasi IV sudah diluncurkan di dunia dengan fasilitas teknologi high-end, dilanjutkan dengan generasi eco-industrial park memasuki Abad ke-21. Menuju masa depan Menyadari bahwa KIP telah jauh tertinggal, JIEP sebagai pengelola KIP memutuskan untuk melakukan sebuah gebrakan melalui transformasi untuk masa depan.

Tahun 2014, menandai era perubahan yang sistematis, terstruktur, dan menyeluruh. Langkah-langkah strategis dalam program transformasi dituangkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2014-2015. Program besar transformasi perusahaan ini ditunjang juga dengan akselerasi restrukturisasi di bidang-bidang yang masih memerlukan pembenahan. Berbagai upaya dengan strategistrategi dan kebijakan-kebijakan baru secara simultan dilakukan dengan terencana, dan konsisten mengikuti roadmap transformasi perusahaan dalam RJPP untuk mencapai visi dan misi perusahaan. Posisi PT JIEP yang berlokasi di Pulogadung, Jakarta Timur, merupakan lokasi yang sangat strategis sebagai jalur angkut logistik untuk menuju pulau Jawa dan sebaliknya (crossing point). Kawasan Industri Pulogadung sejatinya 'tanah mulia', yaitu tanah yang bernilai sangat tinggi, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu posisi crossing point, KIP juga mempunyai jarak yang relatif dekat dengan infrastruktur kunci (key infrastructures), seperti rel kereta api, yang menempel pada KIP. Sedangkan akses ke jalan tol menuju dua bandara, Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma, serta menuju pelabuhan juga relatif bagus.

Berdasarkan potensi tersebut, dalam jangka waktu lima tahun mendatang, visi dan misi perusahaan 2014-2018 adalah menciptakan dan meningkatkan nilai perusahaan serta berkontribusi pada pembangunan nasional. PT JIEP berjuang untuk menjadi pengembang dan pengelola yang berstandar internasional di bidang kawasan terpadu untuk industri, bisnis, properti, dan logistik yang mandiri dan bernilai tambah tinggi serta berwawasan lingkungan. Diharapkan visi dan misi itu mampu mempercepat lompatan KIP  enjadi kawasan industri generasi modern dan berdaya saing menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Mengikuti kisah sukses Trafford Park melakukan perubahan menjadi eco-industrial park, KIP juga harus bisa bertransformasi mewujudkan  visinya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya