PEMBANGUNAN monumental terus dilakukan dan diupayakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersama pihak-pihak terkait. Tujuannya tidak lain membawa kesejahteraan masyarakat. Misalnya, prioritas program kerja yang membantu pemerintah pusat untuk menyelesaikan Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang. Dorongan kuat Presiden Jokowi membuat waduk akan digenangi mulai 31 Agustus sehingga dampak lanjutan badai El Nino (yang terluas menimpa Jabar di seluruh Indonesia) diproyeksikan segera tuntas. Padahal rencana operasional bendungan ini sudah dimulai sejak Presiden Soekarno pada 1963. Lalu berlanjut dengan berbagai survei dari 1960 hingga 2000, mulai PT Indah Karya, Nedeco (Belanda), SMEC (Australia), dan seterusnya. Mengacu pada data SNVT (Satuan Kerja Non-Vertikal Tertentu) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Pembangunan Waduk Jatigede, bendungan pun diproyeksikan memberikan kebutuhan air daerah irigasi seluas 130.000 hektare di kawasan Kota/ Kabupaten Cirebon, Majalengka, Sumedang, dan Indramayu. Juga, akan tersedia air baku dengan kapasitas 3,5 m3/detik bagi kawasan tersebut.
Selain itu, Waduk Jatigede secara simultan bisa meminimalkan dampak banjir saat musim penghujan. Di kawasan pantai utara tadi setidaknya 76.700 hektare sawah akan bebas banjir dengan resapan air hujan ke bendungan ini. Diproyeksikan, akan ada kenaikan hasil panen pada 90.000 hektare sawah serta 14.000 hektare sawah tadah hujan dan tanaman sayursayuran. Ada pula manfaatnya terhadap pasokan listrik nasional sekitar 110 megawatt (Mw) yang disalurkan melalui dua turbin. Di sisi lain, erutama bagi Kabupaten Sumedang, akan ada pula kenaikan APBD dari sektor retribusi listrik, perikanan air tawar, hingga pariwisata. Pembangunan monumental tak kalah penting lainnya ialah Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang direncanakan bisa dioperasikan tahun depan, yang sudah dalam jalur yang benar jika melihat betapa besar potensi tinggi investornya.
Misalnya, kehadiran Fatih Ömür, Manajer Pengembangan Bisnis TAV Airports Holding Co (Turki), ke lokasi calon bandara di Kertajati, Kabupaten Majalengka, pada 29 Juli 2015 lalu, sebagai tindak lanjut kesepahaman sebelumnya Direksi PT BIJB di Turki pada 22 Juni 2015 lalu. TAV tercatat sebagai perusahaan internasional spesialis pembangunan terminal bandara dengan portofolio strategis telah dilakukannya pada 14 terminal di 14 negara seperti di Turki sendiri, Qatar, Madinah, Arab, Tunisia, dan Oman. Perusahaan itu tertarik bekerja sama karena BIJB adalah bentuk nyata sinergi BUMD Pemprov Jabar (PT BIJB) dengan BUMN (PT Angkasa Pura). Itu terbukti dengan selesainya pembangunan runway sepanjang 2.500 m serta akan diperpanjangnya runway I pada 2015 sampai 3.000 m.
"Pun demikian, keseimbangan pembangunan rohaniah tetap sama prioritasnya bagi kami. Dalam perubahan RKPD 2015, kami sudahalokasikan Rp128 miliar guna pengadaan lahan pembangunan masjid raya di Kota Bandung, Purwakarta, Ciamis, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut," ujar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau yang akrab dipanggil Aher. Adapun keseimbangan kultural juga diprioritaskan dengan alokasi Rp30 miliar untuk pengembangan destinasi wisata dan pemasarannya dalam perubahan RKPD 2015 di objek wisata Sunyaragi, Kota Cirebon, Batu Dua (Kabupaten Sumedang), dan Goa Sindang Lawang (Kabupaten Pangandaran). Itu akan melengkapi destinasi siap kunjung sebelumnya seperti Candi Jiwa di Kabupaten Karawang, Pulau Biawak (Kabupaten Indramayu), Gunung Padang (Kabupaten Cianjur), Kampung Naga (Kabupaten Tasikmalaya), dan Geopark Ciletuh (Kabupaten Sukabumi). Karena itu, kata Aher, dalam momen ini yang menjadi penting bagi pihaknya untuk mengejawantahkan rasa syukur, yakni bentuk keteguhan, kerja keras, dan terus menggelorakan upaya mewujudkan berbagai target pembangunan monumental tadi.
Terlebih, perencanaan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) periode 2013-2018 ini merupakan periode pemantapan pembangunan secara menyeluruh di Tatar Sunda. "Namun, sebagai akhirul kalam, sekuat apa pun niat dan ikhtiar, keterbatasan selalu ada. Salah satu yang bisa menyubsitusi, bahkan mengikis keterbatasan, ialah peran aktif masyarakat Jabar. Mari terus bersinergi, bekerja bersama demi Jawa Barat dan Indonesia tercinta," ujarnya. (N-1)