TERKADANG, sebagaimana sejarah manusia sejak lama mengajarkan, kesuksesan menyembulkan ego tinggi hingga melupakan sekitar. Hidup memang penuh pencapaian, tetapi kemudian manusia tidak berpijak ke bumi sehingga menegasikan lingkungan terdekat. Akan tetapi, premis itu tak berlaku bagi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat & Banten Tbk (Bank BJB). Bukan dalam konteks masa kini, tetapi sejak dulu bank pelat merah milik Pemprov Jawa Barat itu tak pernah abai terhadap bumi tempat berada ketika berbagai performa optimal terus terjadi. Ambil contoh pencapaian semester II 2015. Pada Kamis, 30 Juli 2015, Ahmad Irfan, Direktur Utama Bank BJB, beserta jajaran direksi lainnya memublikasikan kinerja keuangan hingga 30 Juni 2015 di Jakarta, terutama di hadapan pers, analis-analis pasar modal, dan pihak berkepentingan lainnya.
Pada triwulan II 2015 ini, Bank BJB berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp582 miliar, atau meningkat 21,8% (yoy). Faktor utama yang menjadi penyumbang laba bersih Bank BJB berasal dari pendapatan bunga bersih yang tumbuh sebesar 10% (yoy) serta credit recovery program yang berhasil menurunkan NPL menjadi sebesar 3,6%. Seiring dengan meningkatnya laba, total aset Bank BJB per 30 Juni 2015 juga mengalami kenaikan sebesar 22,1% yoy hingga mencapai Rp95,9 triliun yang dikontribusikan kenaikan dana pihak ketiga Bank BJB sebesar 32,4% sehingga total dana pihak ketiga yang dapat dihimpun bank yang tercatat di IDX dengan ticker BJBR itu tercatat sebesar Rp82,7 triliun. Kemampuan Bank BJB dalam meningkatkan profi tabilitas juga tidak terlepas dari pengelolaan biaya operasional yang sehat serta kenaikan fee-based income yang tumbuh sebesar 29,3%.
Fungsi perbankan sebagai lembaga intermediasi pun dilaksanakan dengan baik seiring dengan pertumbuhan kredit secara konsolidasi yang mencapai 11%, atau berada di atas pertumbuhan kredit perbankan yang hanya tumbuh 10,5%. "Meskipun pertumbuhan ekonomi melambat, Bank BJB akan senantiasa berupaya menciptakan pertumbuhan profi t yang tinggi dan berkelanjutan sehingga diharapkan hal tersebut akan membawa Bank BJB pada posisi yang lebih kukuh dan memberikan value added optimal bagi para shareholder dan stakeholder," ujar Ahmad Irfan. Kredit konsumer masih mendominasi portofolio kredit yang disalurkan Bank BJB sepanjang triwulan kedua 2015. Dari total kredit yang disalurkan pada periode tersebut, atau sebanyak Rp52,2 triliun, komposisi kredit konsumer mencapai 69% dari total kredit. Pertumbuhannya pun terus meningkat mencapai 14,8% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal tersebut mendukung pertumbuhan keseluruhan portofolio kredit Bank BJB. Kredit konsumer juga akan terus dipertahankan sebagai captive market Bank BJB. Strategi dan kebijakan Bank BJB pada 2015 tetap fokus memperkuat fondasi yang kukuh khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur IT serta SDM dalam rangka menunjang ekspansi bisnis pada tahun-tahun mendatang.
Bank BJB juga fokus meningkatkan kualitas layanan dengan peningkatan e-banking serta meningkatkan cross selling dan integrated marketing guna meningkatkan market share dana pihak ketiga. Lintas sektor Seluruh pencapaian itu, sekali lagi, disertai dengan pelbagai aksi tanggung jawab sosial perusahaan yang malah makin intensif dan masif dalam beberapa bulan belakangan ini. Misalnya, berbarengan dengan Bazar Ramadan UMKM Bank BJB 2015, bank ini merilis Program Pesat (Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu). Juga, penandatanganan MoU dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait dengan Program Wirausaha Baru serta penyerahan santunan kepada anak yatim. Pesat ialah wujud misi Bank BJB menjadi penggerak dan pendorong laju perekonomian di daerah sekaligus menjawab tantangan yang dihadapi pelaku UMKM. Program itu akan menyentuh berbagai lapisan masyarakat baik yang telah menjadi nasabah Bank BJB maupun juga masyarakat luas sebagai calon nasabah. Jadi, bila awalnya pelaku UMKM hanya merasakan layanan Bank BJB dalam bentuk kucuran modal kerja, dengan program Pesat itu pelaku UMKM juga terbantu dalam meningkatkan kapasitas usahanya melalui pendampingan sampai pada pembinaan manajemen dan usaha para nasabah. Pesat itu meliputi Pesat Sehat dan Produktif (PSP) yang fokus pada pemberian layanan kesehatan berupa konsultasi kesehatan, pelatihan hidup bersih dan sehat, hingga membentuk kader kesehatan yang akan berperan di lingkungan masyarakat sekitarnya. Kemudian, Pesat Kapasitas Usaha (PKU) yang memberikan kesempatan kepada pelaku usaha UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha melalui pelatihan dan perluasan kesempatan usaha salah satunya melalui pelatihan secara reguler di sentra-sentra UMKM Bank BJB.
Terakhir, Pesat Wirausaha Baru (PWB), yakni program yang akan memberikan kesempatan bagi masyarakat luas yang ingin berwirausaha, dengan mengikuti pelatihan penyiapan jiwa wirausaha hingga belajar materi-materi teknis dasar menjadi wirausaha. Target akhirnya ialah semakin banyak wirausaha baru yang tercipta dan mewujudkan program 100 ribu wirausaha baru yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sejak 2013. Sebelumnya, guna mendukung Program Jabar Mandiri, pelatihan kewirausahaan meliputi pelatihan desain grafi s, salon, mencukur, menjahit, dan menyablon. Selain di bidang ekonomi tadi, tanggung jawab sosial dilakukan dalam bidang kesehatan dan lingkungan antara melalui optimalisasi Puskesmas Cilawu Kabupaten Garut dan Puskesmas Cililin Kabupaten Bandung Barat dengan merenovasi bangunan puskesmas. Puskesmas sebagai unit pelaksana kesehatan sangat dibutuhkan di tengah masyarakat, terutama masyarakat Cilawu, Kabupaten Garut, yang sebagian besar warganya berada pada golongan menengah ke bawah. Sebelumnya sejak berdiri 1982 bangunan Puskesmas Cilawu belum pernah diperbaiki, banyak kerusakan di mana-mana dan bangunan terlihat tua serta lapuk sehingga kondisi tersebut sedikit banyak berpengaruh pada pelayanan yang diberikan.
Bantuan renovasi Bank BJB yang dilakukan meliputi perbaikan total atap, lantai, rabat beton, kusen dan kaca, plafon dan rangka, toilet, dan pengecatan puskesmas. Juga, dikembangkan program bank sampah. Tujuannya menunjang pengurangan sampah keluarga di TPS-TPS di Kota Bandung sehingga tidak menjadi tumpukan-tumpukan sampah yang berlimpah. Sampah yang dibuang ke TPS hanya sampah yang sudah tidak bisa diolah sementara yang masih bisa diolah ditampung melalui bank sampah. Program itu mendidik masyarakat untuk dapat membiasakan peduli lingkungan sekaligus membiasakan masyarakat memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Melalui bank sampah itu, sampahsampah anorganik yang masih bisa diolah dapat menghasilkan rupiah karena sampah-sampah tersebut dapat ditukar dengan uang setiap kilogramnya dengan harga yang sudah ditentukan untuk tiap jenisnya. Setiap pembayaran harga sampah anorganik tersebut dilakukan melalui sistem tabungan bank sampah, dengan uang hasil penukaran sampah tersebut dicatat dan diakumulasikan dengan pencatatan buku tabungan bank sampah bagi anggota yang sudah terdaftar dan uangnya dapat diambil sewaktu-waktu. Berikutnya di bidang pendidikan. Ada penerapan program Greenschool yakni unggulan melalui pendekatan edukasi, penghijauan dan pengelolaan sampah berbasis teknologi biomethagreen di sekolah-sekolah. Program Greenschool ini sudah dilaksanakan di 11 sekolah di wilayah Bandung Raya dan untuk selanjutnya program Greenschool itu akan diperluas ke kota dan kabupaten di Jawa Barat dan Banten serta tidak tertutup kemungkinan akan dikembangkan di seluruh wilayah tempat Kantor Bank BJB berada.
Sebelas sekolah yang sudah mendapatkan program Greenschool Bank BJB antara lain SMPN 19 Bandung, SMAN 19 Bandung, SMAN 9 Bandung, SMAN 15 Bandung, SDN Ciujung Bandung, SDN Sejahtera Bandung, SDN Panyileukan 1 Kota Bandung, SMPN 1 Cileunyi Kabupaten Bandung, SMP Salman Al Farisi Kota Bandung, dan SD IT Al Fitrah Kota Bandung. Ada pula pembangunan ruang kelas seperti dilakukan di SMPIT At-Tawazun, Kabupaten Sukabumi, yang belum memiliki ruang kelas dan ruang guru. Untuk sementara proses belajar-mengajar masih meminjam kelas ke SDIT At- Tawazun. SMPIT At-Tawazun baru berdiri pada 2014 dan memiliki lahan seluas 2.800 m² yang akan digunakan untuk pembangunan ruang kelas tersebut. Jadi, jelas sudah adanya. Bahwa sejengkal pun takkan pernah bergeser pijakan Bank BJB dalam melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan pascamenuai berbagai kinerja keuangan mentereng dalam semester I 2015. Melambung, tapi tetap membumi! (N-1)