Pelemahan Rupiah Terlalu Dalam

(Ire/Jes/Fat/X-9)
13/8/2015 00:00
Pelemahan Rupiah Terlalu Dalam
()
NILAI tukar rupiah terhadap dolar AS terus saja melemah. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo bahkan mengakui pelemahan rupiah sudah terlalu dalam akhir-akhir ini. Kurs rupiah terhadap dolar AS pada penutupan kemarin melemah di level 13.799 per dolar AS ketimbang 13.607 per dolar AS sehari sebelumnya.

Adapun kurs tengah Bank Indonesia menunjukkan pelemahan signifikan mencapai 13.758 dari sehari sebelumnya 13.541. Gubernur BI mengatakan pelemahan rupiah terlalu dalam sehingga sudah berada jauh di bawah nilai fundamentalnya. BI pun telah dan akan terus berada di pasar untuk melakukan stabilisasi kurs rupiah.

"Bank Indonesia akan mengoptimalkan bauran kebijakan dan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan otoritas lainnya," ujar Agus di Jakarta, kemarin. Pelemahan nilai rupiah terkait dengan perkembangan global yang bereaksi terhadap keputusan Tiongkok yang kemarin kembali mendevaluasi mata uangnya, yuan.

Reshuffle kabinet terutama di bidang ekonomi yang dilakukan Presiden Joko Widodo pun belum memberikan sentimen positif. Analis pasar keuangan LBP Enterprise, Lucky Bayu Purnomo, menjelaskan pelemahan rupiah di level tersebut sudah melampaui kemampuan bank. "Bank sudah lampu merah karena kemampuan bank 13.500," tuturnya.

Dia memprediksi pelemahan rupiah yang telah melampaui batas psikologisnya akan berlanjut hingga September karena bank sentral AS baru akan menetapkan suku bunga acuannya. Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto mengungkapkan permodalan industri perbankan masih cukup. Namun, peningkatan rasio kredit bermasalah terutama dari sektor pertambangan, konstruksi, khususnya proses infrastruktur, tetap perlu diantisipasi.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Mintardjo Halim menilai pelemahan kurs rupiah hanya berdampak sementara terhadap ekspor Indonesia, setidaknya 3-4 bulan ke depan. Mengatasi pelemahan rupiah dan juga indeks harga saham merupakan tugas mendesak tim ekonomi di bawah Menko Perekonomian yang baru, Darmin Nasution.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya