Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKTOR properti dinilai punya potensi sebagai leading sector untuk investasi dana repatriasi hasil dari amnesti pajak.
Dengan multiplier effect yang dimilikinya, mulai hulu sampai hilir, properti diharapkan mampu menyerap limpahan dana wajib pajak dari luar negeri itu.
"(Ini sudah dibuktikan) ketika properti berada di depan, geliat ekonomi juga terlihat. Begitu pula ketika perekonomian sedang turun, pertama kali didahului penurunan sektor properti," ungkap Ketua Komisioner OJK Muliaman Hadad dalam seminar Amnesti Pajak dan Investasi Properti di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, pemerintah sudah memberikan dorongan, salah satunya dengan menawarkan insentif pajak yang signifikan untuk kebutuhan instrumen dana investasi realestat (DIRE).
"Saya kira sekarang DIRE dalam konteks pajak, jika dibandingkan dengan Singapura, sudah lebih murah Indonesia," imbuhnya.
Selain itu, pemerintah memiliki daftar panjang proyek yang ditawarkan, berupa investasi di infrastruktur dan sektor lain.
Pada kesempatan sama, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Maryono mengajak pengembang dan nasabah prioritas mendukung program amnesti pajak melalui produk-produk yang sudah disiapkan BTN.
Sejak 8 Agustus lalu, BTN dimandatkan sebagai salah satu perbankan pintu gerbang aliran dana pengampunan pajak.
Maryono menyebut sosialisasi amnesti pajak sudah dilakukan kepada anggota Realestat Indonesia (REI), karena pihaknya melihat potensi anggota REI untuk deklarasi dan repatriasi cukup besar.
"Nilainya belum banyak, tapi banyak calon potensial yang sudah akan masuk dari nasabah kami dan anggora REI. Taksirannya sekarang kurang lebih target kami Rp4 triliun-Rp5 triliun," imbuhnya.
Sementara itu, Dirjen Pajak Kemenkeu Ken Dwijugiasteadi menjabarkan, sampai kemarin, deklarasi dan repatriasi yang masuk Rp37 triliun.
Itu pun porsinya jauh lebih banyak yang deklarasi ketimbang repatriasi.
"Jumlah yang sudah ikut serta baru 7.080 pelapor. Padahal, saat diumumkan Presiden, yang hadir sekitar 20 ribu orang. Berarti yang 12 ribu lagi masih tidak yakin," tukasnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved