Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT PLN (persero) memperkuat pasokan kelistrikan di Pulau Nias, Sumatra Utara, dengan membangun saluran udara tegangan tinggi (SUTT) yang ditargetkan beroperasi April 2017. Peletakan batu pertama proyek itu dilakukan Presiden Joko Widodo di Teluk Dalam Idanoi Nias, Jumat (19/8).
”Seperti kita tahu listrik di Nias bermasalah awal Juni 2016 lalu. Ini merupakan upaya mengatasinya,” kata Jokowi. Pembangunan SUTT 70 kilovolt (kV) sepanjang 110 km itu, imbuhnya, sangat penting bagi sistem kelistrikan guna meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi warga Nias. Untuk mencapai target operasional pada April 2017, dibutuhkan 393 menara. Sejumlah bakal lahan untuk 172 menara di antaranya telah dibebaskan.
Dirut PLN Sofyan Basir menjelaskan saat ini sistem kelistrikan di Pulau Nias ditopang dari pembangkit listrik tenaga diesel di Gunung Sitoli dan Teluk Dalam dengan total daya sebesar 33,15 megawatt (Mw).
Sementara beban puncak di sistem Nias saat ini mencapai 24,02 Mw. “Seluruh pengembangan infrastruktur kelistrikan itu masuk ke program 35 ribu Mw,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut Jokowi didampingi oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Sumatra Utara Teuku Erry Nuradi, serta direksi PLN. “Hadirnya SUTT 70 kV penting karena transmisi ini lebih andal dibandingkan dengan jaringan tegangan menengah (JTM) 20 kv. Artinya, listrik yang diterima warga akan lebih baik, serta membuka peluang pelanggan baru sehingga bisa meningkatkan ratio elektrifi kasi di Nias” ujar Sofyan.
SUTT juga meningkatkan penyaluran daya listrik dari pembangkit listrik berge rak (mobile power plant/MPP) Idanoi hingga ke wilayah Teluk Dalam. “Selama ini penyaluran listrik hanya untuk area Gunung Sitoli karena keterbatasan kemampuan jaringan,” tuturnya.
MPP Nias
Selain melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan SUTT 70 kV, Presiden Jokowi juga mengunjungi proyek MPP Nias 1 x 25 Mw. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat progres pembangunan MPP pascapeletakan batu pertama oleh Presiden pada 1 Juni 2016.
Saat ini pembangunan MPP Nias 1 x 25 Mw telah mencapai 59% dan diperkirakan akan beroperasi pada akhir Oktober 2016. Selain akan menambah pasokan listrik, MPP Nias I juga akan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit listrik tenaga diesel sehingga dapat mengefisienkan biaya pokok produksi listrik.
“Namun, yang terpenting dari pembangunan MPP Nias 1 x 25 MW ialah pemenuhan kebutuhan akan listrik yang setiap harinya semakin meningkat dan pada akhirnya dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” kata Sofyan.
Untuk ke depannya, demi meningkatkan ratio elektrifikasi, PLN berencana menambah pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) di Nias dengan daya 25 Mw. (Ant/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved