76 Menara Baru Airnav Beroperasi pada 2017

Anastasia Arvirianty
19/8/2016 08:55
76 Menara Baru Airnav Beroperasi pada 2017
(Petugas AirNav Bandar Udara Soekarno Hatta memantau dan mengatur pergerakan pesawat di udara---ANTARA/Lucky R.)

PERUSAHAAN Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau Airnav Indonesia tengah mendirikan 76 menara navigasi penerbangan.

Airnav Indonesia menargetkan pengoperasian seluruh menara tersebut pada tahun mendatang. Menara-menara itu akan menunjang kinerja Airnav dalam mengawasi lalu lintas penerbangan.

Salah satu menara baru tersebut ialah menara air traffic control (ATC) yang berada di Pekanbaru, Riau. District Manager Pekanbaru Perum LPPNPI Airnav Indonesia Posler Manihuruk mengatakan pihaknya tengah menyiapkan peralatan-peralatan serta fasilitas yang dibutuhkan menara ATC baru tersebut.

"Menara tersebut berlokasi di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, yang sebelumnya sudah dibangun PT Angkasa Pura II, tetapi untuk peng-operasiannya akan diserahkan penuh kepada Airnav," katanya di Pekanbaru, Riau, kemarin (Kamis, 18/8).

Posler menjelaskan di menara navigasi baru semua peralataan yang baru dan canggih dikirim dari Italia. Tidak hanya itu, tambah Posler, tinggi menara baru tersebut mencapai 39,5 meter sehingga memiliki jarak pandang yang lebih luas untuk memantau pesawat mendarat dan lepas landas.

"Menara yang lama tingginya hanya sekitar 18 meter. Investasi untuk pengadaan peralatan di menara baru kira-kira sebesar Rp7 miliar," tutur Posler.

Ia pun mengungkapkan ada kebutuhan pengadaan peralatan dan fasilitas untuk menara baru sebab peralatan dan fasilitas pada menara lama sudah tua. Apabila terjadi gangguan, cukup sulit untuk mencari suku cadang pengganti.

Menurut Posler, menara tersebut sudah sampai dalam tahap berita acara serah terima operasional sementara (BASTOS). Setelah itu akan dilakukan evaluasi, lalu peng-ajuan persetujuan operasional oleh Direktorat Navigasi Penerbangan (DNP) Kementerian Perhubungan untuk nantinya mendapat sertifikasi kelayakan.

"Diharapkan tahun ini persiapannya sudah selesai, sudah bisa serah terima dengan PT AP II, dan mulai beroperasi di 2017," ujar Posler.

Ia menambahkan, salah satu alasan lain pendirian menara navigasi baru ialah lokasi menara lama yang akan tergusur proyek perluasan apron atau landasan terbang.

Sebagai informasi, jumlah lalu lintas reguler untuk penerbangan sipil di Bandara Sultan Syarif Kasim II ialah 80-90 penerbangan per hari. Jika ditambah dengan landasan untuk pesawat militer, jumlah penerbangan per hari bisa mencapai 140.

3 kontrak
Manajer Sekretariat BOD dan Protokoler Perum LPPNPI Airnav Indonesia Arief Santosa menambahkan, Tiga di antara 76 menara baru yang akan dimiliki Airnav sudah sampai tahap penandatanganan kontrak. Sisanya masih dalam proses tender.

Ketiga menara tersebut terletak di Tanjungpinang, Kepulauan Riau; Pangkalpinang, Bangka Belitung; dan Pontianak, Kalimantan Barat.

Arief mengakui rata-rata investasi yang dibutuhkan untuk ke-76 menara tersebut sekitar Rp1,3 triliun. "Kami ditargetkan paling tidak 76% dari nilai investasi tersebut harus tercapai," tandas Arief.(E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya