Impor Daging Solusi Sementara

Anshar Dwi Wibowo
11/8/2015 00:00
Impor Daging Solusi Sementara
()
UNTUK menurunkan harga daging sapi yang meroket hingga Rp130 ribu-Rp140 ribu per kilogram, pemerintah menugasi Bulog mengimpor 50 ribu sapi siap potong.

Penugasan kepada Bulog itu merupakan langkah jangka pendek atau sementara. Sambil menunggu kedatangan sapi siap potong di akhir bulan, Bulog menggelar operasi pasar dengan stok yang dimiliki.

Demikian penjelasan Menko Perekonomian Sofyan Djalil kepada wartawan seusai rapat terbatas di Istana Presiden, Jakarta, kemarin.

"Ini kebijakan jangka pendek. Kebijakan sampai akhir tahun akan dilaporkan kepada Presiden. Sapi impor segera dipotong untuk memenuhi kebutuhan," kata Sofyan.

Melonjaknya harga daging sapi sekaligus pemogokan para pedagang di sejumlah pasar di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat juga sempat dipertanyakan oleh Presiden Joko Widodo. "Kita impor, tetapi harganya masih tinggi? Apa jalan keluarnya? Ya, nanti beli langsung untuk memastikan harga daging bisa murah.

"Kepada wartawan yang mencegatnya di acara pelantikan pengurus DPP Partai Bulan Bintang 2015-2020 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jokowi memastikan pemerintah akan mengguyur pasar dengan daging yang harganya terjangkau. "Di luar negeri harga daging Rp45 ribu-Rp50 ribu per kg. Stok ada, tetapi tidak dikeluarkan agar impor banyak. Kalau impor banyak, harga daging bisa turun Rp100 ribu atau Rp90 ribu ndak?" tanya Jokowi.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mene-ngarai feedloter telah menahan pasokan sapi ke rumah potong hewan sehingga memicu aksi mogok para penjual daging di beberapa pasar di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

"Impor sapi itu untuk menjaga pasokan dan harga. Pemerintah memang memangkas impor sapi bakalan di triwulan III hanya 50 ribu dari sekitar 200 ribu pada triwulan sebelumnya," ujar Rachmat.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengakui pasokan sapi bakalan di feedloter mencukupi kebutuhan di DKI, Jabar, dan Banten empat bulan ke depan. "Stok sekitar 160 ribu ekor. Setiap bulan dilepas 40 ribu ekor, artinya aman untuk empat bulan."

Sapi lokal
Ketua Asosiasi Produsen Da-ging dan Feedlot Indonesia Joni Liano berdalih dalam rantai penyediaan daging pihaknya hanya berkontribusi sekitar 20%. "Kebutuhan sapi sekitar 300 ribu per bulan. Kontribusi kami hanya 50 ribu-60 ribu atau sekitar 20%. Sisanya sapi lokal. Kalau kami menahan stok, apa iya harga daging mahal gara-gara kami?

"Joni mengkritisi kebijakan impor 50 ribu sapi mengingat kebutuhan feedloter 50 ribu-60 ribu per bulan. "Itu hanya untuk satu bulan. Kalau feedloter dibatasi, bagaimana memenuhi kebutuhan Idul Adha? Yakin sapi lokal mencukupi?

"Sementara itu, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengungkapkan kelangkaan komoditas utama yang memicu kenaikan harga disebabkan ada pengusaha yang melakukan pe-nimbunan. "Ada pelaku usaha yang tidak ingin Indonesia mandiri. Kami akan menindak pengusaha yang melakukan cara-cara tidak sehat. Ada tujuh perusahaan terindikasi melakukan penyimpangan." (Tes/Kim/Fat/Mus/AM/YK/BB/BK/JI/DA/FL/AD/RK/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya