Hunian Berimbang Harus di Kota Baru Maja

(Dro/S-2)
19/8/2016 00:55
Hunian Berimbang Harus di Kota Baru Maja
(ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

PENGEMBANG diimbau membangun hunian berimbang di Kota Baru Maja. Pola hunian berimbang tersebut diharapkan dapat menarik masyarakat untuk bertempat tinggal di daerah tersebut. "Kementerian PU-Pera (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) akan mendorong pengembang yang akan membangun rumah di Kota Baru Maja dengan pola hunian berimbang," ujar Direktur Rumah Umum dan Komersial, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian PU-Pera, Irma Yanti melalui pers rilis yang diterima Media Indonesia, Selasa (9/8). Menurut Irma, potensi kawasan Kota Baru Maja memang diperuntukkan perumahan dan permukiman. Tanah di daerah tersebut memang tidak terlalu produktif sehingga cocok untuk perumahan. Pengembangan Kota Baru Maja tersebut, imbuh Irma, memang telah direncanakan pemerintah sejak 2005. Terkait dengan hal itu, pemerintah pernah akan membangun jalur kereta api double track serta jalan penghubung daerah tersebut dengan kota lain di sekitarnya. Meski demikian, hingga kini pelaksanaan di lapangan tidak berjalan sesuai dengan perencanaan. Padahal, BUMN seperti Perum Perumnas serta pengembang besar seperti Ciputra Group dan PT Agung Podomoro telah siap untuk membangun rumah bagi masyarakat.

"Jika pemerintah bersama pengembang bisa bekerja sama dan berhasil mengembangkan Kota Baru Maja dengan hunian berimbang, setidaknya daerah tersebut bisa menjadi pilihan tempat tinggal masyarakat dan menerima limpahan kebutuhan rumah masyarakat yang bekerja di Ibu Kota Jakarta," terangnya. Irma menambahkan hunian berimbang pada dasarnya merupakan upaya pemerintah untuk memberikan kesetaraan masyarakat dalam bertempat tinggal. Karena itu, pengembang diharapkan tidak hanya fokus membangun rumah mewah, tapi juga wajib membangun rumah menengah dan rumah sederhana. "Selama ini pengembang beralasan hunian berimbang sulit karena harga lahan yang tinggi dan saat ini harga tanah yang ada di Kota Baru Maja tidak terlalu tinggi sehingga tentu bisa dilaksanakan. Ini tantangan yang harus diselesaikan bersama-sama," harapnya.

Sebagai informasi, Kota Baru Maja terletak di tiga daerah, yakni Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Lebak di Banten, dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Luas Kota Baru Maja diperkirakan lebih dari 10 ribu hektare. Di sisi lain, Kepala Subbidang (Kasubid) Penataan Infrastruktur Wilayah Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten Agus Santoso Ega berharap pemerintah pusat lebih serius dalam pembangunan Kota Baru Maja. Ia optimistis perkembangan Kota Baru Maja dapat mendorong perekonomian masyarakat di daerah tersebut mengingat banyak efek positif dari pembangunan rumah dengan konsep hunian berimbang.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya