Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga akan meresmikan pabrik fiber cement board senilai Rp208 miliar di desa Wonokerto, Pungging, Mojokerto, Jawa Timur milik Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG). Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga di Jakarta, Kamis, mengatakan pihaknya menyambut baik ekspansi bisnis koperasi yang dilakukan KWSG. "Saya sangat berharap model bisnis KWSG bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi koperasi lain di Indonesia," katanya.
Rencananya Menteri Puspayoga akan meresmikan pabrik tersebut pada 17 September 2015 sekaligus menjadi titik awal beroperasinya pabrik fiber cement board itu. Sementara itu Manajer Simpan Pinjam dan Hubungan Anggota KWSG Dedy Nugroho mengatakan ekspansi koperasinya ke bisnis fiber cement board dilakukan sebagai langkah untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan fiber cement board sekaligus peluang bisnis karena berkembangnya proyek properti di Indonesia.
"Potensi fiber cement board ke depan sangat bagus karena permintaan pasar yang semakin besar. Selain itu pembangunan pabrik ini juga sebagai langkah untuk mencapai target menjadi koperasi terbaik dan terbesar di Asia Tenggara pada 2020," katanya. Ia menjelaskan pabrik fiber tersebut dibangun di atas lahan seluas 5,6 hektare dan pabrik tersebut memiliki dua line mesin berkapasitas 8.000 lembar fiber cement board per hari atau 4,8 juta lembar per tahun.
"Ke depan kapasitas produksi akan ditingkatkan secara bertahap," katanya. Pemasaran produk fiber cement board tersebut nantinya akan difokuskan di wilayah Jawa Timur. Dedy memaparkan pada 2014, pendapatan KWSG mencapai sebesar Rp2,6 triliun atau naik signifikan dibandingkan 2013 sebesar Rp2,26 triliun. "Kami menargetkan pendapatan bisa naik hingga Rp3,1 triliun pada 2015," katanya. Dia menambahkan peningkatan pendapatan pada 2014 tersebut didorong oleh usaha dan investasi yang dilakukan KWSG seperti investasi kantor dan gudang unit perdagangan bahan bangunan, bengkel, garasi unit ekspedisi, bangunan pertokoan dan restoran, penambahan armada dan penyempurnaan program aplikasi sistem informasi.