Ayo Dukung Pemerintah lewat Kerja Nyata (#KerjaNyata)

MI
16/8/2016 09:57
Ayo Dukung Pemerintah lewat Kerja Nyata (#KerjaNyata)
(MI/Panca Syurkani)

PEMERINTAH terus berupaya menggelorakan program Kerja Nyata yang telah dicanangkan pada 2015 lalu. Program Kerja Nyata itu diimplementasikan dalam sembilan program Nawa Cita. Program ini digagas untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang lebih baik, yakni berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Sejalan dengan itu, Presiden pun terus menggelorakan semangat para aparatur pemerintahan dan juga masyarakat melalui tag line “bekerja, bekerja, dan bekerja”.

Upaya menjadi Indonesia yang lebih baik, dilakukan Presiden dengan membangun negeri mulai dari pinggiran. Pembangun infrastruktur jalan pun digenjot untuk membuka akses daerah pinggiran agar terjangkau. Pemerintah juga memberikan fasilitas kesehatan secara gratis melalui program Indonesia Sejahtera. Program itu direalisasikan dengan memberikan Kartu Sehat dan BPJS. Tujuannya ialah membantu masyarakat yang kurang mampu untuk dapat menikmati pelayanan kesehatan gratis.

Dalam upaya mencerdaskan bangsa, pemerintah meluncurkan program Indonesia Pintar dengan memberi beasiswa kepada seluruh siswasiswi indonesia agar bisa mengenyam pendidikan tinggi. Sementara itu, dalam upaya meningkatkan daya saing dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), pemerintah terus menggenjot kesiapan dan kemandirian masyarakat melalui penetapan 85 standar kompetensi kerja nasional Indonesia dan mengakreditasi 725 balai latihan kerja dan lembaga pelatihan kerja swasta. Bukan cuma itu, pemerintah juga melakukan pelatihan wirausaha dan ketrampilan kerja bagi 717.454 calon tenaga kerja dan melakukan sertikasi terhadap 167 lembaga sertifikasi profesi sebagai kesiapan menghadapi MEA. Upaya itu dilakukan agar masyarakat Indonesia siap dan mandiri.

Sejalan dengan itu, Presiden juga meluncurkan program Revolusi Mental yang bertujuan agar msyarakat Indonesia memiliki integritas, mau bekerja keras, dan bergotongroyong. Dalam mewujudkan itu, para pemimpin dan aparatur negara menggerakkan revolusi mental dari masingmasing kementerian atau lembaga. Sebagai pelopor gerakan, mereka harus melakukan tiga hal utama, yaitu bersinergi, membangun manajemen isu, dan penguatan kapasitas aparat negara.

Program lainnya ialah peningkatan investasi, peningkatan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Namun rencana ini tertekan pada ekonomi Indonesia yang disebabkan menurunnya indikator ekonomi global. Presiden pun akhirnya menggeluarkan kebijakan yang paling baru, yakni amnesti pajak.

Presiden Joko Widodo pun mengetuk para pengusaha calon peserta amnesti pajak untuk berpartisipasi dalam program ini khususnya mereka yang sampai saat ini masih menyimpan uangnya di luar negeri. “Selama ini kita hidup di Indonesia, mencari makan di Indonesia, mencari rejeki di Indonesia, dan tinggal di Indonesia. Dalam situasi ekonomi sekarang ini, negara butuh partisipasi dari saudarasaudara sekalian (para pengusaha calon amnesti pajak). Bertahun-tahun disimpan di luar. Yang menikmati negara itu, padahal uang kita. Semua diperoleh dari kemudahan dan kekayaan alam kita,” tutur Presiden.Melalui ajakan itu, Presiden ingin mengingatkan kepada pengusaha sebagai anak bangsa untuk membalas budi baik Ibu Pertiwi. Dengan dana repatriasi amnesti pajak itu yang nantinya ditanamkan dan diinvestasikan didalam negeri diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga memperbesar penyerapan angkatan kerja.

Dari sisi perangkat kerja pun Presiden memberikan perhatian yang cukup serius. Karena untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik tentunya harus didukung dengan perangkat kerja yang mumpuni. Tidak mengherankan bila dalam dua tahun pemerintahan Kabinet Kerja Jokowi-JK, sudah beberapa menteri terkena reshuffle karena tidak sesuai dengan tujuan Nawa Cita ini. Upaya kerja nyata yang dilakukan Presiden Joko Widodo mendapat respon positif dari masyarakat Indonesia. Berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan bahwa mayoritas warga mengapresiasi beragam upaya pemerintah, terutama dalam melayani kebutuhan publik.

“Kerja pemerintah yang dinilai paling mengalami kemajuan adalah puskesmas terjangkau oleh warga pada umumnya. Mayoritas warga menilai kerja pemerintah dalam masalah-masalah tersebut semakin baik dibandingkan sebelunya,” kata Direktur Program SMRC Sirajudin Abbas beberapa waktu lalu.

Keterbukaan Informasi
Keberhasilan kerja nyata pemerintah tentunya tidak terlepas dari keterlibatan peran serta masyarakat. Peran yang paling penting adalah dalam pengawasan langsung kerja pejabat pemerintah. Selain itu, masyarakat pun diharapkan memberi perha tian terhadap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

Keterbukaan informasi telah memberi ruang bagi rakyat untuk berpartisipasi dalam berbagai kebijakan publik.Kondisi ini sekaligus dapat mendorong terciptanya clean and good governance,karena pemerintah dan badan-badan publik dituntut untuk menyediakan informasi yang lengkap mengenai apa yang dikerjakannya secara terbuka, transparan dan akuntabel.

Demi mengembalikan upaya pemulihan kepercayaan publik terhadap pemerintah, Kementerian Komunikasi dan Informasi (KemenKominfo) membuka Informasi seluasluasnya bagi masyarakat yang ingin mengetahui berbagai kebijakan publik. Hal itu sesuai dengan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Untuk itu, masyarakat yang ingin mengetahui berbagai kebijakan publik dapat langsung mengakses website resmi Kemenkominfo, http://www.kominfo.go.id.

Dalam upaya mewujudkan program Nawa Cita itu, pemerintah mengajak masyarakat untuk menjadi pendukung sekaligus pelaku dari Kerja Nyata pemerintah. Untuk itu dalam memperingati Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-71, Kemenkominfo mengajak masyarakat untuk berpartisipasi secara langsung dalam media sosial.

#KerjaNyata (Hashtag Kerja a Nyata), yang sedang ramai diperbincangkan masyarakat di media sosial saat ini, menjadi cara bagi masyarakat dalam dunia maya mendukung pemerintah dalam moment Dirgahayu Indonesia ke 71 ini. Selain itu Komenkominfo juga menggelar lomba yang dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia dalam Instagramnya @Indonesia_baik.

Kementrian Komunikasi dan Informatika. (*/S-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya